3 Kebahagiaan dan Kelezatan Tertinggi

0
161
Ilustrasi orang sedang sholat/Alonesia

Harmantajang.com – Salah seorang salaf pernah mengatakan raihlah kelezatan dan kebahagiaan pada 3 hal jika engkau mendapatkannya maka bergembiralah.

Namun, jika engkau tidak mendapatkan kelezatan ini maka ketahuilah pintu tertutup. Adapun nikmat kelezatan yagn dimaksud diantaranya:

1. Menunaikan Sholat

Marilah meraih kebahagiaan dan kelezatan dari sholat yang kita tunaikan dimana sholat merupakan ibadah yang paling mendekatkan diri seorang hamba kepada tuhannya

Diriwayatkan dari hadits Abu Hurairah, beliau berkata :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Rabb-nya adalah dalam keadaan dia sujud, maka perbanyaklah doa”. (HR. Muslim).

Dengan sholat kita mendapatkan tumaninah, ketenangan karena kita menyerahkan segala urusan kita kepada Allah Subhanahu wata’ala. Pada saat kita bertakbir kita menganggap segala sesuatunya kecil dihadapan Allah Subhanahu wata’ala,

Sehingga segala urusan kita dimudahkan dari sholat yang kita tunaikanAllah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. (QS. Ath Thalaq : 03).

2. Tilawah Al-Qur’an

Carilah kelezatan dengan banyak membaca Al-Qur’an, merupakan petunjuk yang Allah Subhanahu wata’ala turunkan bukan untuk menjadikan kita merasa sulit, sebagaimana firman Allah Subhanahu wata’ala:

مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى , إِلا تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَى

“Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah, Melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah)”. (QS. Taha : 2-3)

Al-Qur’an diturunkan oleh Allah Subhanahu wata’ala untuk menyejukkan hati–hati kita, yang merupakan cahaya dan obat bagi hati dan jiwa kita, sebagaimana firman Allah Subhanahu wata’ala:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Yunus : 57).

3. Perbanyak Berdzikir

Carilah kelezatan itu didalam berdzikir menyebut nama Allah Subhanahu wata’ala, dan ini merupakan sifat dari orang – orang yang beriman, sebagaimana yang disebutkan didalam Al-Qur’an

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal”. (QS. Al-Anfal: 2)

Dan inilah yang dirasakan oleh orang-orang mendapatkan ketenangan yang sebenarnya walaupun mereka diharamkan dari kenikmatan dunia ini, tetapi ketika mereka senantiasa mengingat Allah Subhanahu wata’ala  mereka akan merasakan kebahagian dalam hatinya .

Sebagaimana firman allah Subhanahu wata’ala

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”. (QS. Ar-Ra’du: 28). 

Itulah beberapa nikmat kebahagiaan dan kelezatan yang paling tinggi. Semoga kita semua senantiasa mendapatkan nikmat tersebut.

Oleh: Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here