Harmantajang.com – Hidup di dunia seringkali diumpamakan sebagai arena perdagangan namun ada 3 Pilar berbisnis dengan Allah yang Tak Pernah Rugi. Dalam berbisnis di dunia, selalu ada dua kemungkinan: untung atau buntung (rugi).
Namun, Allah Subhanahu wa Ta’ala menawarkan sebuah jenis bisnis atau perdagangan (tijarah) yang dijamin tidak akan ada kerugian di dalamnya. Lantas, apa saja tiga pilar utama dari “Bisnis yang Tak Pernah Rugi” ini?
Senantiasa Membaca dan Mengkaji Kitabullah (Al-Qur’an)
Pilar pertama dari perdagangan yang menguntungkan ini adalah orang-orang yang membacakan Kitab Allah, yaitu Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an adalah bagian dari As-Syafakah Maha, yaitu berbisnis dengan Allah.
Ketika kita membaca Al-Qur’an, hadirkan dalam hati bahwa kita sedang berbisnis dengan Allah, seakan kita menjual amal, dan Allah yang membelinya untuk dibayarkan di Hari Kemudian.
Keutamaan membaca Al-Qur’an ini sangat luas: Ganjaran Melimpah: Mendapatkan Rahmat dan Mendapat Ketenangan (Sakinah): Tingkatan yang lebih tinggi adalah mengkaji Al-Qur’an (watadarasunahu bainahum).
Baca Juga: Hidup Terasa Sempit? Inilah Jalan Keluar Menurut Islam
Istiqamah Mendirikan Salat
Pilar kedua adalah mendirikan salat (wa aqamus shalah). Perhatian para nabi dan rasul terhadap salat sangat besar, seperti Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam yang berdoa:
“Ya Allah, jadikan aku orang yang menjaga salat dengan baik yang mendirikan salat…” (Rabbi ja’alni muqimas shalah).
Salat merupakan kewajiban yang harus dijaga dengan baik hingga ajal merenggut nyawa kita. Tidak ada keringanan atau pencabutan kewajiban salat. Lebih dari sekadar menunaikan salat pribadi, seorang hamba harus memerintahkan keluarganya untuk salat dan bersabar dalam melakukannya (wastabir ‘alaiha).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan dengan membangunkan Fatimah dan Ali untuk salat malam. Perintah kepada keluarga untuk salat ini dinilai lebih baik daripada dunia beserta isinya. Salat juga adalah penyejuk jiwa orang yang beriman (qurratu a’yun).
Menginfakkan Sebagian Rezeki (Sedekah)
Pilar ketiga dari bisnis yang menguntungkan ini adalah menginfakkan dari sebagian rezeki yang Allah berikan kepada mereka, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.
Baca Juga: Jejak Persahabatan Islami: Dunia Menuju Surga
Penting untuk disadari bahwa harta yang kita miliki sejatinya adalah milik Allah (mimma razaqnahum). Kita hanya berusaha, namun Allah-lah yang memberikan rezeki. Sebagai wujud syukur, kita menginfakkan sebagian kecil (bukan semua) dari harta tersebut.
Manfaat dari infak dan sedekah sangat dahsyat, pertama, penyucian: Sedekah berfungsi untuk mensucikan harta dan jiwa kita. Kedua, pengganti: Apa yang kita sedekahkan, Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik.
Orang yang rajin bersedekah tidak akan jatuh miskin, justru semakin diberkahi dan dilipatgandakan pahalanya. Ketiga, Naungan dan Penyelamat: Sedekah akan menjadi naungan bagi kita di Hari Kiamat.
Sedekah, walaupun sedikit, menyelamatkan kita dari api neraka. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Takutlah dengan nerakanya Allah walaupun sepotong biji kurma (walau bi shiqqi tamrah)”.




