Para ulama menjelaskan bahwa yg dimaksud dalam hadist adalah perjalanan dalam rangka ibadah. Sehingga maksudnya tidak boleh mengadakan perjalanan dengan niat untuk beribadah kepada Allah di daerah tujuannya, kecuali jika tujuannya adalah salah satu dari tiga masjid di atas.
Inilah tiga tempat yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wata’ala, tujuan kita bersiarah ke rumah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah untuk mengenal beliau lebih dekat.
Dalam hadist yang lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ
“Demi Allah, salah seorang dari kalian tidak akan dianggap beriman hingga diriku lebih dia cintai dari pada orang tua, anaknya dan seluruh manusia.” (HR. Al-Bukhari dalam Shahih-nya, lihat Fath al-Bari [I/58] no: 15, dan Muslim dalam Shahih-nya [I/67 no: 69]).



