4 Kunci Kebahagiaan Hakiki

Kunci
Ilustrasi pintu dan kunci/Istock

Harmantajang.com – Kebahagiaan merupakan impian dari setiap manusia. Namun jangan salah sangka, mari memahami 4 kunci kebahagiaan hakiki. Berikut penjelasannya:

Amal Saleh dan Iman

Dalam Surat An-Nahl Ayat 97 Allah berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Artinya: Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka Allah akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik (hayatan thoyyibah) di dunia dan pahala yang lebih baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Iman adalah syarat utama, tanpa iman amal kebaikan tidak bermanfaat. Untuk itu, saat melaksanakan suatu ibadah maka kita harus meluruskan niat karena Allah semata.

Bersyukur kepada Allah

Qana’ah (Merasa Cukup) seseorang harus belajar merasa cukup dengan apa yang Allah berikan. Ini tidak berarti bermalas-malasan, tetapi memiliki sifat puas setelah berusaha maksimal.

Kekayaan Jiwa merupakan kekayaan sejati bukan banyaknya harta. Orang yang selalu merasa kurang, meskipun berharta, sesungguhnya miskin. Untuk itu soal urusan dunia, lihatlah orang yang berada di bawah anda, bukan di atas kita.

Ini akan membantu kita mensyukuri nikmat Allah dan tidak meremehkannya. Bahkan sesedikit apapun yang dimiliki maka semua itu harus dinikmati sebagai bentuk rasa Syukur kepada-Nya.

Baca Juga: 3 Cara Melawan Penyakit Hasad!

Sabar atas Musibah yang Menimpa

Dunia adalah tempat ujian. Allah akan menguji dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Bagi orang yang bersabar ketika tertimpa musibah dengan mengucapkan

 “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun“, dosa-dosa mereka akan diampuni. Imbalan bagi hamba yang sabar ketika ditinggal orang yang dikasihi adalah surga. Dalam sebuah hadist, Rasulullah bersabda:


وقال عليه الصلاة والسلام: {صَبْرُ سَاعَةٍ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيها}

Artinya: “Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: ‘Sabar sesaat itu lebih baik dari dunia seisinya”.

Memperbanyak Istighfar

Dosa adalah penyebab kegelisahan dan kesedihan. Namun, dosa juga bisa menjadi jalan untuk mendekat kepada Allah jika seseorang bertobat.

Baca Juga: Menjaga Hati, Kunci Menuju Ketakwaan

Allah maha pengampun dan luas rahmat-Nya. Allah akan mengampuni semua dosa bagi hamba-Nya yang memohon ampunan, sebanyak apapun itu, selama tidak mempersekutukan-Nya.

Kesimpulannya, kebahagiaan sejati didapatkan melalui ketaatan kepada Allah, beriman, mengerjakan amal saleh, bersyukur atas nikmat, bersabar dalam menghadapi ujian, dan senantiasa memohon ampunan kepada-Nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here