5 Kiat-Kiat Menjaga Istiqamah

Langit sore
Ilustrasi suasana sore dan langit/Unplash

Harmantajang.com – Istiqamah secara bahasa berarti teguh di atas agama Allah Subhanahu wa Ta’ala, untuk itu kita perlu memahami kiat-kiat dalam menjaga sifat istiqamah. 

Istiqamah di akhir zaman menjadi suatu keniscayaan yang berat karena kita hidup di dunia yang akan terus diuji oleh Allah. Dalam Al-Qur’an surah Al-Ahqaf: 13, Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.”.

Menyadari pentingnya istiqamah, Nabi Muhammad memberikan nasihat ‘(Katakan, Aku beriman kepada Allah, dan istiqamahlah di atas jalan Allah)’. Berikut adalah kiat-kiat utama untuk menjaga istiqamah:

1. Perbanyak Doa

Meminta ketetapan hati (tsabat) kepada Allah adalah kunci. Doa merupakan rukun dalam shalat kita, seperti:

‘Ya Allah tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus’. Ada juga doa dalam Surah Ali Imran ‘Wahai Tuhan kami, jangan palingkan hati kami setelah Engkau memberikan hidayah’.

Dalam doa yang paling banyak dibaca Nabi: ‘Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkan hatiku di atas agama-Mu’. Berlindung dari kemunduran (futur): Allahumma inni a’udzubika minal ba’diyah minal ‘aqbiyah.

Baca Juga: Kisah Abu Mihjan: Ksatria yang Dihukum di Medan Jihad

2. Hadiri Majelis Ilmu

Hidayah harus didasarkan pada ilmu, bukan sekadar semangat. Dengan ilmu, kita dapat membedakan mana yang halal dan haram. Meniti jalan mencari ilmu akan dimudahkan jalannya menuju surga.

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَن سلَك طريقًا يطلُبُ فيه عِلْمًا، سلَك اللهُ به طريقًا مِن طُرُقِ الجَنَّةِ

“Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga” (HR. At Tirmidzi no. 2682, Abu Daud no. 3641, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).

3. Berteman dengan Orang-Orang Saleh

Seseorang sangat bergantung pada agama temannya. Penyesalan terbesar orang zalim di Hari Kiamat adalah karena salah memilih teman. Teman yang saleh diibaratkan seperti penjual minyak wangi (minimal kita mendapatkan bau harum).

Sedangkan teman yang buruk diibaratkan seperti pandai besi (minimal kita mencium bau yang tidak sedap atau terkena percikan api). Berteman dengan mereka juga memungkinkan kita mendapatkan syafaat di Hari Kiamat.

4. Banyak Mengingat Akhirat

Baca Juga: Tenang dengan Al-Qur’an: Pedoman dan Sahabat Hidup

Mengunjungi kubur (ziarah kubur) dan mengingat akhirat dapat melunakkan hati. Mengingat kematian adalah kepastian, dan itu bukan untuk membuat kita bermalas-malasan, etapi ia memperluas yang sempit dan menyempitkan yang luas. 

Kita harus berletih-letih di dunia ini dalam ketaatan dan bersabar, semoga kelak di akhirat kesabaran itu menjadi penolong dan membawa manfaat serta menjauhkan kita dari siksaan api neraka.

5. Dekatkan Diri dengan Al-Qur’an

Jadikan membaca Al-Qur’an sebagai bacaan wajib setiap hari, rutin meskipun sedikit. Sebaik-baik amalan yang dicintai Allah adalah yang rutin (kontinu) meskipun sedikit.

Al-Qur’an menuntun hidup kita dan memberikan petunjuk ke jalan yang lurus. Dalam Al-Qur’an, Surah An-Nuur Ayat 46 Allah Ta’ala berfirman:

لَقَدْ أَنْزَلْنَا آيَاتٍ مُبَيِّنَاتٍ ۚ وَاللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.” (QS. An-Nuur: 46).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here