Home Adab & Akhlak Saring Sebelum Sharing, Tidak Semua Nikmat Harus Diceritakan!

Saring Sebelum Sharing, Tidak Semua Nikmat Harus Diceritakan!

Ilustrasi seorang main hp/Istock

Harmantajang.com – Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan”. (QS. Ad-Dhuha: 11).

Nikmat terbagi menjadi 2 ada nikmat agama dan ada nikmat dunia, adapun  pertama, nikmat agama tidak mengapa diceritakan misalnya kita berkata:

“Alhamdulillah kita diberi petunjuk oleh Allah untuk hadir dimajelis ini atau Alhamdulillah Allah memberikan kepada kita taufik untuk bisa berpuasa dibulan ramadhan”.

Baca Juga: Jangan Berpaling dari Ayat-Nya Sebab Semua akan Dipertanggungjawabkan (Tafsir QS. Al-Qiyamah ayat 36)

Nikmat yang seperti ini tidak mengapa diceritakan adapun yang sifatnya pribadi antara kita dengan Allah maka tidak perlu diceritakan kepada manusia, misalkan ada yang berkata kepada kita:

“Berapa kali anda khatam Al-Qur’an dalam sebulan atau semalam apakah anda qiyamullail”.

Begitupula ketika sedang berpuasa atau bersedekah sembunyi-sembunyi tidak perlu diceritakan kecuali jika dibalik itu ada niat yang baik yang hendak kita sampaikan misalnya untuk memberikan motivasi kepada orang lain maka boleh dan tidak mengapa.

Kedua nikmat dunia tidak mengapa diceritakan yaitu memanfaatkan nikmat yang Allah berikan kepada kita dan diperlihatkan kepada manusia bukan untuk sombong, congkak atau angkuh.

Sebagaimana salah seorang sahabat yang menjumpai Nabi pakaiannya compang camping padahal dia adalah orang yang kaya, Nabi berkata:

”Apakah engkau tidak mendapatkan suatu pakaian yang bisa engkau kenakan”, ia berkata:”Saya punya ya Rasulullah bahkan semua jenis harta saya miliki”, Nabi berkata:”Allah senang melihat bekas nikmatnya itu engkau kenakan”.

Baca Juga: Ketahuilah, Kedudukan Anak Yatim Sangat Dekat dengan Rasulullah

Misalnya kita diberikan hadiah oleh seseorang berupa baju kemudian kita langsung pake baju tersebut didepannya maka bagaimana kira-kira perasaan orang tersebut tentu dia sangat senang,

Adapun misalnya kita diberikan hadiah berupa baju kemudian keesokan harinya dia melihat baju yang dihadiahkan kepada kita digunakan oleh orang lain karena kita berikan kepada orang lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here