Home Adab & Akhlak Menjalani Ramadhan dengan Sempurna, 4 Tingkatan Orang yang Berpuasa

Menjalani Ramadhan dengan Sempurna, 4 Tingkatan Orang yang Berpuasa

Ilustrasi Kurma/Istock

Harmantajang.com – Dalam sebuah hadist, Rasulullah pernah bersabda:

وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْك.ِ

“Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari pada bau minyak kasturi,” (HR Muslim).

Bau mulut orang yang berpuasa lebih baik disisi Allah Subhanahu wata’ala dari bau minyak kasturi. Mengapa demikian karena bau mulut ini keluar karena ketaatan kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Kita ingin diri kita dibulan suci ramadhan sama di bulan-bulan yang lain agar ketika kematian menjemput kita dalam keadaan seperti dibulan ramadhan.

Ulama kita membagi bahwasanya orang yang berpuasa itu ada beberapa tingkatan:

Pertama, yang paling rendah adalah puasanya orang-orang awam dia menahan lapar, menahan dahaga disiang hari namun masih terjatuh dalam perkara yang haram bahkan banyak yang puasa tidak sholat dan ini adalah puasa yang paling ringan.

Baca Juga: Terdapat Keberkahan di Dalamnya, Kapan Waktu Sahur Berakhir?

Kedua, puasa orang-orang khusus dari kalangan awam dia menjaga dirinya dari hal – hal yang diharamkan tetapi masih terjatuh dalam perkara-perkara yang tidak bermanfaat diantaranya menyibukkan diri dengan bola dibulan suci ramadhan.

Ketiga, puasanya orang-orang khusus menjaga diri dari yang haram dan meninggalkan yang tidak bermanfaat, menyibukkan diri dengan ibadah dibulan suci ramadhan.

Keempat, paling tinggi adalah dimana ia tidak berbuka sampai di akhirat dan inilah ramadhan sepanjang masa yang tidak berbuka kecuali dihari kiamat nanti dia mempuasakan matanya, penglihatannya, ia mempuasakan lisan dan pendengaranya dan seluruhnya karena  puasa ini adalah meraih derajat taqwa dimana dia merasa diawasi oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Kita tidak ingin hanya menjadi ramadhaniah kita mau menjadi rabbaniah salah seorang Syaikh mengatakan: “Jadilah hamba Allah yang Rabbani dan jangan menjadi hamba Ramadhani“. suatu ketika Abu Bakar As Shiddiq menenangkan para sahabat pada peristiwa meninggalnya Rasulullah beliau berkata:

“Siapa yang menyembah Muhammad sungguh Muhammad telah meninggal dan siapa yang menyembah tuhannya Muhammad Allah maha hidup dan tidak akan mati”.Inilah yang diinginkan oleh Allah Subhanahu wata’ala dari kita dan ramadhan ini hadir untuk mengembalikan kita kepada Allah.

Baca Juga: Dunia Sekadar Tempat Menata Bukan Menetap

Ramadhan dihadirkan oleh Allah untuk mengembalikan kita kepada Allah untuk mensucikan diri kita dan memberihkan dosa – dosa kita agar hati kita kembali suci dan bersih, dibulan ramadhan inilah kesempatan bagi kita untuk kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Allah Subhanahu wata’ala mewajibkan kepada kita untuk mengerjakan amalan-amalan sholeh terutama yang hukumnya wajib yang dengannya kita akan mendapatkan Al Mahabbah kecintaan dari Allah Subhanahu wata’ala.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here