Harmantajang.com – Setiap hamba/manusia tentu tidak bisa lepas dari dosa baik dosa kepada Allah dan sesama manusia. Untuk itu, dianjurkan selalu memohon ampun atas dosa yang diperbuat.
Amalan Saleh Menghapuskan Dosa
Dosa kecil dengan kautamaan dari Allah bisa terhapus dan gugur dengan sendirinya dengan amalan sholeh yang kita kerjakan seperti sholat 5 waktu yang dikerjakan dalam sehari semalam sebagaimana dalam hadist Rasulullah bersabda:
الصَّلاَةُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ
“Di antara shalat lima waktu, di antara Jum’at yang satu dan Jum’at yang berikutnya, itu dapat menghapuskan dosa di antara keduanya selama tidak dilakukan dosa besar”. (HR. Muslim no. 233).
Baca Juga: Mereka yang Menemani Rasulullah di Surga
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
“Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga”. (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349).
Adapun dosa besar wajib untuk taubat secara khusus, Jumlah dosa besar khilaf dikalangan para ulama ada yang mengatakan 7, ada yang mengatakan 17 dan ada yang mengatakan lebih dari itu dan yang shahih dikembalikan kepada ciri- cirinya bukan pada jumlahnya.
Selama dosa itu ada hukumannya di dunia secara langsung, ada ancaman laknat, atau ada ancaman penyebutan neraka maka ini adalah dosa-dosa besar. Jika 5 syarat taubat yang berkaitan dengan hak Allah Subhanahu wata’ala telah kita laksanakan maka insya Allah Allah mengampuni dosa kita.
Dosa-dosa yang Berkaitan dengan Orang Lain
Adapun dosa yang berkaitan dengan sesama manusia maka ditambahkan satu syarat yaitu dia harus minta maaf dari orang yang pernah ia dzalimi, jika dia pernah mengambil harta saudaranya maka tidak cukup ia berkata kepada Allah:
”Ya Allah aku bertaubat kepadamu aku pernah mengambil harta fulan”, taubatnya belum diterima sampai ia mengembalikan harta itu baik yang berupa harta maupun kehormatan atau minimal ia meminta kehalalan dengan meminta maaf baru kemudian Allah menerima taubatnya.
Mungkin ada yang bertanya:”Bagaimana jika kita minta maaf tetapi dia sudah tidak ada lagi, saya mau mengembalikan harta yang pernah saya ambil darinya dengan cara yang bathil dan haq namun tidak ada lagi ahli warisnya”,
Jawab:”Maka yang harus kita lakukan adalah berinfaq dan bersedekah atas namanya adapun jika hal ini tidak bisa kita lakukan maka minimal minta doa kepada Allah agar nanti dihari kemudian Allah yang membayarkan kedzaliman yang pernah kita lakukan itu kepadanya.
Meminta Maaf Secara Umum
Jadi, baik yang berupa harta maupun kehormatan, misalnya kepada orang yang pernah digibahi dan tidak benar apa yang kita katakan tentangnya maka kita harus minta maaf kepadanya jika berita itu tersebar tetapi jika tidak tersebar dan fulan tidak tahu maka kata para ulama:
Baca Juga: Membaca Tanda-tanda Kebesaran Allah
“Meminta maaf secara umum”, jangan kemudian dia datang kepadanya dengan berkata:”Wahai saudaraku saya meminta maaf saya pernah menggibahimu”,maka orang itu akan berkata:”Kapan engkau menggibahiku, oh ternyata engkau membicarakan aku dibelakang”.
Dalam kondisi yang seperti ini cukup ia datang kepadanya dan berkata:”Wahai saudaraku jika saya pernah melakukan kesalahan- kesalahan yang lalu tolong maafkan”, maka ia akan berkata:”Tidak mengapa saya maafkan“,
Dia meminta maaf secara umum sebagaimana yang disebutkan oleh para ulama kita selama orang tersebut tidak tahu dan belum tersebar. Atau ketika seseorang pernah dengan serampangan membid’ahkan saudaranya atau mengkafirkan saudaranya atau menyesatkan saudaranya.
Kata para ulama tidak cukup dia meminta maaf darinya namun dia harus menjelaskan kepadanya dan mengembalikan kesalahan itu kepada dirinya sendiri sehingga tobatnya diterima disisi Allah Subhanahu wata’ala.
Jika tidak maka ia akan berhadapan dengan orang tersebut dihari kemudian dan diambil haq darinya apalagi yang berkaitan dengan masalah kehormatan atau yang berkaitan dengan masalah ghibah dan seterusnya.




