Harmantajang.com – Al-Qur’an adalah pedoman dan petunjuk yang didalamnya tidak ada keraguan. Olehnya, barang siapa yang berani mengabaikan Al-Qur’an, Ancamannya itu Nyata.
Mereka yang Disibukkan dengan Perkara Dunia
Pernah suatu hari, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah datang dan mengadu kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan pengaduan tersebut diabadikan dalam Q.S. Al-Furqan Ayat 30:
وَقَالَ ٱلرَّسُولُ يَٰرَبِّ إِنَّ قَوْمِى ٱتَّخَذُوا۟ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ مَهْجُورًا
Artinya:
“Berkatalah Rasul: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diabaikan’.
Kemudian bertanya, siapakah mereka?. Mereka adalah orang-orang yang selalu disibukkan dengan perkara-perkara dunia hingga tidak memiliki kesempatan untuk membaca dan mempelajari Al-quran.
Padahal seperti yang diketahui bahwa Al-Quran adalah petunjuk yang diturunkan langsung oleh Allah Subhanahu wa ta’ala untuk memberikan hidayah dan menjadi nikmat yang paling besar bagi ummat manusia.
Baca Juga: Merawat Tauhid di Akhir Zaman
إِنَّ قَوْمِى ٱتَّخَذُوا۟ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ مَهْجُورًا
Artinya:
Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.(QS Yunus: 57).
Kesempurnaan Al-Qur’an itu Terjamin
Al-Quran diturunakan dengan penuh kesempurnaan didalamnya. Tidak sama dengan tulisan-tulisan manusia, yang didalamnya masih terdapat kesalahan-kesalahan. Namun, berbeda dengan Al-Quran yang tidak ada keraguan didalamnya.
Namun, jika melihat disekitar lingkungan kita masih banyak orang-orang yang tidak peduli bahkan mengabaikan Al-quran. Padahal jelas ancaman bagi orang-orang yang berpaling darinya sangat pedih. Seperti yang terdapat dalam Q.S.Taha ayat 124:
وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى
Artinya:
“Siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit. Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta”.
Kelak diakhirat nanti ada segolonga orang yang akan dibangkitkan dalam keadaan buta padahal didunnia mereka mampu melihat. Hal ini disebabkan karena selama didunia mereka mengingkar ayat-ayat suci Al-Quran ayng diturunkan kepada mereka.
Kecintaan Terhadap Al-Qur’an Melahirkan Akhlak yang Baik
Dalam Al-Qur’an segala petunjuk hidup teah diuraikan dan dengannnya pula akhlak-akhlak yang baik terkandung. Sebab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan amalan yang paling banyak memasukkan ke dalam surga adalah takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia
Bahkan dalam hadist yang lain beliau menyebutkan bahwasanya yang paling berat pada timbangan amalan kebajikan pada hari kiamat adalah akhlak yang baik, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Baca Juga: Perbuatan yang Diharamkan
إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا
“Sesungguhnya orang yang paling saya cintai dan paling dekat majelisnya denganku di antara kalian hari kiamat kelak (di surga) adalah yang paling baik akhlaknya”. (HR. Al-Tirmidzi dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani).
Dalam hadist yang lain:
“Seorang mukmin bisa sampai pada derajat orang yang senantiasa qiyam (Sholat malam) dan orang yang rajin berpuasa padahal ibadahnya biasa-biasa saja namun ia bisa sampai pada derajat dan kedudukan itu karena akhlaknya yang mulia”.
Seorang datang kepada Nabi dan beliau mengatakan:
”Ya Rasulullah tetangga saya rajin beribadah akan tetapi dia selalu menggangu tetangganya“, Rasulullah berkata:”Tempatnya dineraka”.
Sebaliknya disampaikan kepada beliau tentang wanita yang lain yang ibadahnya biasa-biasa saja akan tetapi akhlaknya mulia dia senantiasa membantu orang lain, lalu Rasulullah berkata: “Tempatnya didalam surga“.




