Home Aqidah Keyakinan Tak Tergoyahkan, Pertolongan Allah di Tengah Kesulitan

Keyakinan Tak Tergoyahkan, Pertolongan Allah di Tengah Kesulitan

Ada jalan
Ilustrasi suasana jalan/ Istock

Harmantajang.com – Dalam setiap perjalanan hidup, manusia pasti akan menghadapi kesulitan dan pastiikan Keyakinan Tak Tergoyahkan, Pertolongan Allah di Tengah Kesulitan. 

Namun, bagi seorang mukmin, keyakinan akan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah pilar utama yang menopang jiwanya. Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Insyirah Ayat 5:

فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

Artinya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Janji ini bukan sekadar penghiburan, melainkan sebuah realitas yang telah terbukti dalam sejarah Islam, terutama dalam kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabatnya.

Ujian Berat di Awal Dakwah dan Keteguhan Nabi

Baca Juga: Tafsir Surah Qaf Ayat 7 – 11, Mengambil Pelajaran Dari Ciptaan Allah

Di awal dakwahnya di Kota Mekah, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menghadapi ujian yang luar biasa berat. Para sahabat beliau disiksa, bahkan dibunuh di depan mata beliau, dan beliau sempat diboikot. 

Penentangan keras juga beliau alami, termasuk pelemparan batu saat berdakwah ke Thaif. Dalam kondisi demikian, Khabab ibn al-Art, salah seorang sahabat, pernah mendatangi Nabi dan bertanya mengapa beliau tidak berdoa memohon pertolongan Allah. 

Pertanyaan ini mencerminkan kegelisahan yang mungkin juga dirasakan umat Islam ketika melihat penindasan di berbagai penjuru dunia.

Menanggapi hal tersebut, Rasulullah mengingatkan tentang umat-umat terdahulu yang menghadapi ujian lebih berat, seperti disisir dengan sisir besi hingga memisahkan daging dari tulang, atau dibelah dengan gergaji.

Namun mereka tetap teguh pada agamanya. Beliau bersumpah demi Allah bahwa agama Islam akan disempurnakan dan tersebar luas, hingga seseorang dapat melakukan perjalanan dari Sana’a ke Hadramaut tanpa takut kecuali kepada Allah dan serigala yang menerkam domba-dombanya. 

Kisah Perang Ahzab dan Kemenangan yang Tak Terduga 

Keyakinan ini kembali teruji dalam peristiwa Perang Ahzab (Khandaq) pada tahun kelima Hijriah, di mana umat Islam terkepung dari berbagai penjuru. Dalam kondisi genting itu, Salman al-Farisi mengusulkan penggalian parit besar. 

Ketika para sahabat menggali parit dan menghadapi sebongkah batu besar yang tak bisa dipecahkan, Nabi datang, mengambil kapak, dan bertakbir. Beliau memecahkan batu tersebut sambil memberikan kabar gembira tentang penaklukan Persia, Roma, dan Yaman. 

Kaum munafik mencemooh janji-janji tersebut, menganggapnya mustahil di tengah ketakutan dan kelaparan yang melanda. Namun, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tetap yakin akan pertolongan Allah. 

Dan benar, setelah kesulitan itu, Allah memberikan kemenangan. Puncaknya adalah Fathul Mekah pada tahun kedelapan Hijriah, ketika Nabi dan 10.000 sahabat menaklukkan Kota Mekah dengan penuh kerendahan hati, membersihkan Ka’bah dari berhala-berhala.

Baca Juga: Tafsir Surah Al-Hujurat Ayat 13, Orang Yang Paling Mulia di Sisi Allah (Sesi 2)

Solusi dan Doa dalam Menghadapi Kesulitan 

Oleh karena itu, seorang mukmin harus senantiasa yakin akan pertolongan Allah dan memperbanyak doa. Kadang kala, pertolongan Allah datang di saat-saat paling genting, ketika para nabi dan rasul pun hampir putus asa. 

Solusi dari kesulitan bisa jadi adalah kesabaran itu sendiri, yang dengannya seseorang justru menikmati ujian tersebut. Hiburan sejati bagi seorang mukmin bukanlah rekreasi sementara, melainkan kedekatan dengan Allah melalui sujud dan doa. 

Inilah yang akan menghilangkan kegelisahan secara permanen. Rasulullah bahkan menjadikan shalat sebagai penyejuk dan pelipur lara beliau saat menghadapi masalah. Hidup seorang mukmin sejati selalu bahagia, baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here