Home Adab & Akhlak Hidup dalam Pengawasan: Menjaga Lisan dan Amal

Hidup dalam Pengawasan: Menjaga Lisan dan Amal

CCTV
Ilustrasi sebuah CCTV/Istock

Harmantajang.com – Hidup seorang mukmin tidak pernah lepas dari pengawasan Allah. Setiap detik kehidupan baik yang tampak maupun tersembunyi berada dalam ilmu dan penglihatan-Nya. 

Kesadaran inilah yang dalam Islam dikenal sebagai muraqabah, yaitu merasa diawasi oleh Allah dalam setiap keadaan. Muraqabah menjadi fondasi akhlak yang menuntun manusia untuk berhati-hati dalam ucapan (lisan) dan perbuatan (amal).

Hakikat Pengawasan Ilahi dan Pencatatan Malaikat

Allah Ta’ala menegaskan dalam Surat Qaf Ayat 16:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِۦ نَفْسُهُۥ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ ٱلْوَرِيدِ

Artinya: Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,

Dalam setiap detik kehidupan, manusia didampingi oleh dua malaikat, yaitu Raqib yang mengawasi tanpa lelah dan Atid yang selalu hadir untuk mencatat setiap ucapan maupun perbuatan tanpa ada yang terlewatkan.

Baca Juga: Kekuasaan Tanpa Amanah, Jalan Menuju Murka Allah

Kesadaran ini seharusnya membangkitkan rasa takut dan kehati-hatian karena meskipun wujud mereka tidak terlihat, kehadiran mereka nyata dan siaga mencatat segala sesuatu untuk dilaporkan di Hari Hisab nanti,.

Menjaga Lisan dan Etika di Media Sosial

Di era modern ini, tantangan terbesar adalah menjaga lisan dan tulisan, terutama di media sosial atau saat berkumpul di tempat umum seperti warung kopi.

Banyak orang sering melontarkan fitnah atau ghibah (menggunjing) dengan dalih “sikap kritis”, padahal tindakan tersebut berisiko menjerumuskan ke dalam neraka.

Seorang Muslim harus mampu menimbang apakah kata-kata yang akan diucapkan atau dituliskan aman bagi timbangan amal mereka, karena seringkali ghibah justru membuat seseorang secara tidak sadar menyumbangkan pahala kebaikannya kepada orang yang digunjingnya.

Dalam Surat Al-Ahzab Ayat 70, Allah berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.

Urgensi Tabayyun dan Keadilan dalam Bertindak

Sumber mengingatkan agar kita tidak mudah mengambil kesimpulan atau bertindak berdasarkan informasi yang sepotong-sepotong dari platform seperti Youtube atau Tiktok. Sesuai perintah dalam Surah Al-Hujurat ayat 6;

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن جَآءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوٓا۟ أَن تُصِيبُوا۟ قَوْمًۢا بِجَهَٰلَةٍ فَتُصْبِحُوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَٰدِمِينَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Baca Juga: Menjemput Masa Depan dengan Amal Saleh

Umat Islam wajib melakukan Tabayyun (klarifikasi) terhadap setiap berita yang dibawa oleh orang fasik agar tidak mencelakakan orang lain dan berakhir dengan penyesalan.

Ketidaktelitian terhadap informasi hoaks telah terbukti membawa dampak tragis, seperti jatuhnya korban jiwa akibat provokasi massa. Selain itu, dalam menegakkan keadilan, kita tetap dilarang melakukan kezhaliman atau merampas hak orang lain

Menjalani hidup dengan kesadaran akan pengawasan ini ibarat berjalan di atas jembatan yang sangat sempit di bawah sorotan lampu sorot yang sangat terang, di mana setiap langkah yang goyah atau salah ucap akan langsung tercatat dalam buku besar yang tidak bisa dihapus. 

Kesadaran akan adanya “kamera” Allah dan para malaikat membuat kita akan selalu memperbaiki postur perilaku kita agar tetap lurus hingga sampai ke ujung tujuan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here