Harmantajang.com – Segala nikmat yang kita rasakan sejatinya datang dari Allah dan diberikan keistimewaan Al-Qur’an dan Orang-Orang yang Menjaganya.
Lebih membahagiakan lagi bagi orang tua, ketika anaknya menjadi penghafal Al-Qur’an. Sebab kemuliaan itu bukan hanya untuk sang anak, tetapi juga mengalir kepada kedua orang tuanya.
Kemuliaan Penghafal Al-Qur’an dan Kebahagiaan Orang Tua
Dalam Islam, disebutkan bahwa siapa yang membaca Al-Qur’an, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat.
Olehnyaa, betapa agung kedudukan seorang anak yang menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an. Pada hari ketika manusia diliputi ketakutan, kedua orang tuanya justru dimuliakan dengan mahkota cahaya.
Ini menunjukkan bahwa keberkahan Al-Qur’an melampaui kehidupan dunia dan menjangkau akhirat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:
إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ قَالُوا : مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ
“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya” (HR. Ahmad).
Baca Juga: Menjaga Hati dan Mempersiapkan Husnul Khatimah
Ahlul Qur’an adalah mereka yang menjadikan Al-Qur’an hidup dalam dada dan amal mereka. Inilah kemuliaan tertinggi: menjadi “keluarga Allah” di antara manusia.
Al-Qur’an: Kitab yang Terjaga dan Mu’jizat Sepanjang Zaman
Allah Subhanahu wata’ala menegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Hijr Ayat 9:
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ
Artinya: Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.
Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang Allah jamin penjagaannya. Tidak ada seorang pun, dari kalangan manusia maupun jin, yang mampu mendatangkan yang semisal dengannya.
Ia adalah mu’jizat yang kekal hingga hari kiamat dan akan dijaga-Nya, Di antara bentuk penjagaan Allah terhadap Al-Qur’an adalah dengan menjadikannya terhimpun dalam dada orang-orang berilmu. Allah berfirman:
بَلْ هُوَ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌ فِى صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَّا ٱلظَّٰلِمُونَ
“Sebenarnya, Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang zalim.” (QS. Al-‘Ankabut: 49).
Para penghafal Al-Qur’an adalah bagian dari mekanisme ilahi dalam menjaga kitab-Nya. Mereka tidak akan disia-siakan oleh Allah, baik di dunia maupun di akhirat.
Baca Juga: Dosa Besar di Balik Fitnah dan Tuduhan Dusta!
Al-Qur’an sebagai Syafaat dan Jalan Keselamatan
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu ‘anhu:
Artinya: “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim)
Al-Qur’an akan menjadi pembela bagi orang yang akrab dengannya di dunia. Bahkan ia menjadi pelindung di alam kubur dan penolong pada hari kiamat.
Karena itu, para penghafal Al-Qur’an hendaknya terus muraja’ah, membacanya siang dan malam. Jangan sampai seseorang dikatakan, “Dulu ia pernah hafal Al-Qur’an,” namun kini telah melupakannya.
Para ulama menyebutkan bahwa di antara tanda kecintaan Allah kepada seorang hamba adalah ketika ia diberi taufik untuk mencintai Al-Qur’an senang membacanya, mentadabburinya, dan mengamalkannya.




