Home Tazkiyah Dua Nikmat yang Sering Terlupakan: Sehat dan Waktu Luang

Dua Nikmat yang Sering Terlupakan: Sehat dan Waktu Luang

Jam
Ilustrasi Jam dan Kalender/Istock

Harmantajang.com – Dalam kehidupan sehari-hari, ada dua nikmat besar yang sering dianggap biasa karena selalu menyertai kita: kesehatan dan waktu luang. Keduanya terasa sederhana, bahkan seolah-olah pasti ada.

Rasulullah bersabda:

“Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.”
(HR. Muhammad, riwayat Sahih al-Bukhari)

Hadits ini menjadi pengingat kuat bahwa ada dua karunia besar yang sering tidak disadari nilainya hingga keduanya hilang: nikmat sehat dan nikmat waktu luang. Berikut tiga poin utama yang dapat kita renungkan.

Nikmat Sehat: Mahkota yang Tak Terlihat

Nikmat sehat adalah karunia agung yang kerap baru terasa ketika ia dicabut. Ketika seseorang mengunjungi rumah sakit dan melihat saudara-saudaranya terbaring lemah.

Ahlul hikmah mengibaratkan kesehatan seperti mahkota di atas kepala. Selama mahkota itu melekat, seseorang tidak menyadari keindahannya. Namun ketika ia terlepas, barulah terasa kehilangan yang mendalam.

Baca Juga: Keistimewaan Al-Qur’an dan Orang-Orang yang Menjaganya!

Rasulullah juga mengingatkan bahwa nikmat kesehatan termasuk yang pertama kali akan ditanyakan pada hari kiamat. Dalam sebuah hadist, Rasulullah bersabda:


نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang” (HR. Bukhari no. 6412)

Kesehatan bukan sekadar untuk dinikmati, tetapi untuk digunakan dalam ketaatan: shalat, menuntut ilmu, bekerja halal, dan membantu sesama. Selama tubuh masih kuat, itulah kesempatan emas untuk memperbanyak amal.

Nikmat Waktu: Sumpah Allah atas Masa

Para ulama menafsirkan ‘waktu’ secara umum seluruh rentang kehidupan manusia yang di dalamnya terjadi berbagai aktivitas, baik maupun buruk. Ada pula yang menafsirkannya sebagai waktu sore (ashar), waktu yang memiliki keutamaan tersendiri.

Baca Juga: Menjaga Hati dan Mempersiapkan Husnul Khatimah

Salah satu kaidah penting: Allah tidaklah bersumpah dengan makhluk-Nya kecuali untuk menunjukkan kemuliaan dan pentingnya makhluk tersebut. Maka ketika Allah bersumpah demi masa, itu menunjukkan betapa berharganya waktu.

Manusia disebut berada dalam kerugian karena waktu terus berjalan dan tak pernah kembali. Ibarat tiga orang yang berjalan di kegelapan lalu menemukan batu-batu yang ternyata emas, masing-masing akan menyesal karena merasa kurang mengambil.

Begitulah manusia kelak menyesal atas sedikitnya amal ketika kesempatan masih ada.  Waktu luang adalah ladang investasi akhirat. Ia bisa menjadi pahala yang terus mengalir, atau justru penyesalan yang panjang.

Jalan Selamat: Iman, Amal Shalih, dan Saling Menasihati

Dalam Surah Al-Asr, Allah memberikan pengecualian dari kerugian, yaitu:

Pertama, beriman  Iman yang benar, dibangun di atas ilmu dan keyakinan yang lurus, bebas dari kesyirikan dan penyimpangan.

Kedua, beramal shalih Amal yang sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Ketiga, saling menasihati dalam kebenaran – Mengajak kepada ketaatan, memanfaatkan zaman dan teknologi untuk menyebarkan kebaikan.

Keempat, saling menasihati dalam kesabaran  yaitu bersabar dalam ketaatan, menjauhi maksiat, dan menghadapi ujian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here