Harmantajang.com – Di tengah singkatnya jatah kehidupan di dunia, menjaga konsistensi dalam beramal shalih merupakan prinsip utama yang tidak dapat ditawar. Setiap hari yang berlalu membawa manusia semakin dekat dengan akhirat.
Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk senantiasa bersyukur dan beribadah secara berkesinambungan tanpa merasa bosan.
Misi Utama Kehidupan dan Kunci Utama Meraih Cinta Allah
Misi utama manusia di dunia adalah meintasi seluruh waktunya dalam ragam ibadah hingga ajal tiba. Allah Ta’ala berpesan kepada Nabi Muhammad untuk beribadah kepada-Nya hingga kematian datang.
Hal serupa juga diwasiatkan kepada Nabi Isa agar senantiasa menunaikan shalat dan zakat selama masih hidup. Rahasia amalan para hamba shalih terletak pada keteraturannya.
Baca Juga: Menjaga Hati dari Tiga Kehancuran: Menelusuri Akar Kerusakan Diri
Melalui konsistensi menjalankan ibadah-ibadah sunnah, seorang hamba memantaskan diri untuk meraih cinta Allah.
Ketika Allah telah mencintainya, seluruh pendengaran, penglihatan, genggaman tangan, dan langkah kakinya akan senantiasa berada dalam panduan serta ridha-Nya.
Penutup Kekurangan Ibadah Wajib dan Jaminan Pahala Saat Terhalang
Tidak ada manusia yang menjamin kesempurnaan ibadah wajib yang dilakukannya.
Namun, konsistensi mengerjakan ibadah-ibadah sunnah akan menjadi penyempurna atas kekurangan amal fardhu saat dihisab pada Hari Kiamat kelak.
Selain itu, terdapat keutamaan besar bagi orang yang konsisten beramal di waktu sehat dan mukim.
Ketika ia ditakdirkan jatuh sakit atau sedang berada dalam perjalanan (safar) sehingga tidak sempat melakukan amalan rutinnya, Allah tetap mencatatkan baginya pahala penuh seperti yang biasa ia lakukan saat mukim dan sehat.
Sebuah kerugian besar bagi siapa saja yang dikuasai rasa malas dan cinta dunia hingga melewatkan karunia ini.
Kemudahan Doa di Masa Sulit dan Pengantar Menuju Surga
Mendekatkan diri kepada Allah di masa lapang melalui ketaatan dan doa akan mempermudah turunnya pertolongan Allah di saat kesulitan datang.
Baca Juga: Tafsir Surah Ad-Duha: Hiburan Allah untuk Rasulullah
Rasulullah mengajarkan bahwa barangsiapa yang ingin doanya dikabulkan oleh Allah pada saat mengalami kesulitan dan kesempitan, hendaknya ia memperbanyak doa di saat kondisi lapang.
Lebih dari sekadar pertolongan duniawi, konsistensi beramal shalih yang dilandasi keikhlasan niat akan meringankan perjalanan akhirat seorang hamba hingga membimbing kakinya menuju surga-Nya.




