Home Tazkiyah Dari Alam Kubur hingga Hisab: Menyiapkan Bekal Akhirat

Dari Alam Kubur hingga Hisab: Menyiapkan Bekal Akhirat

Langit
Ilustrasi Langit hitam/Unplash

Harmantajang.com – Kematian bukanlah akhir dari perjalanan manusia, melainkan pintu awal menuju fase kehidupan berikutnya, yaitu alam barzakh, kebangkitan, hingga pertanggungjawaban seluruh amal di hadapan Allah.

Ujian Alam Kubur: Tiga Pertanyaan Utama yang Gak Bisa Cuma Dihafal

Di dunia, sebelum menghadapi ujian sekolah atau tes kerja, kita biasanya sibuk belajar dan menghafal materi. Bedanya, kalau ujian dunia soalnya sering rahasia, ujian akhirat justru soalnya sudah dibocorkan sejak awal oleh Allah dan Rasulullah.

Begitu napas terakhir berhenti, semua atribut dunia mulai dari jabatan, rumah mewah, isi rekening, sampai followers dan HP canggih bakal kita tinggalkan begitu saja.

Di alam barzakh, kita sendirian menghadapi malaikat yang mengajukan tiga pertanyaan kunci: “Man Rabbuka? Mā Dīnuka? Mān Nabiyyuka?” (Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa nabimu?).

Baca Juga: Kekuasaan Bisa Berlindung, Keadilan Allah Tidak!

Sekilas pertanyaan ini sangat simpel dan sudah kita tahu jawabannya dari kecil. Tapi ingat, di alam kubur yang menjawab bukan hafalan lisan atau kecerdasan otak, melainkan keteguhan iman (itsbat) yang Allah karuniakan berdasarkan pola hidup kita sehari-hari di dunia.

Saat kita mengaku Allah sebagai Tuhan, apakah perintah-Nya sudah kita prioritaskan di atas hawa nafsu?.

Saat mengaku Islam sebagai agama, apakah nilainya sudah mengatur cara kita mencari nafkah dan berinteraksi sehari-hari, atau cuma sebatas status di KTP?

Dan saat mengaku Nabi Muhammad SAW sebagai nabi kita, sejauh mana kita sudah meneladani kejujuran, kesabaran, dan sunnah beliau?

Hisab Kiamat: Dari Salat, Umur, Harta, Sampai Jempol Media Sosial

Setelah bangkit dari kubur di hari kiamat, giliran seluruh amalan harian kita yang di-spill dan dihitung secara detail di hadapan Allah.

Parameter pertama yang dihisab adalah salat. Kalau salat kita terjaga dengan baik, maka amalan lain akan ikut selamat; tapi kalau salat kita hancur, rugilah kita.

Jangan sampai kita kuat scrolling medsos berjam-jam, tapi merasa berat meluangkan 5 menit untuk salat. Selanjutnya, kedua kaki manusia tidak akan bergeser sebelum menjawab 4 pertanyaan penting:

Pertama, Umur: Dipakai untuk hal produktif atau terbuang dalam kelalaian?. Kedua, Masa Muda: Diisi dengan karya dan ketaatan saat fisik masih kuat, atau habis buat hura-hura?.

Ketiga, Harta: Bukan cuma soal nominalnya, tapi dari mana didapat dan ke mana dibelanjakan. Di era digital, harta harus bersih dari penipuan transaksi online, manipulasi, judi online, maupun mengambil hak orang lain.

Keempat, Ilmu: Apakah diamalkan atau cuma disimpan jadi pajangan?. Bukan cuma itu, panca indera dan aktivitas digital kita juga masuk dalam catatan hisab.

Baca Juga: Seni Memaafkan: Mewarisi Akhlak Penghuni Surga!

Pendengaran, penglihatan, hati, hingga jempol yang kita pakai ketik komentar, tonton konten, dan sebarkan berita di medsos bakal dimintai pertanggungjawaban.

Waktunya Muhasabah: Jangan Nunggu Tua Buat Taubat

Banyak dari kita yang sering menunda perbaikan diri dengan alasan “masih muda, nanti aja kalau udah tua baru taubat”. Padahal, kematian tidak pernah berjanji hanya menjemput orang tua atau orang sakit.

Allah mengingatkan kita untuk selalu bermuhasabah memikirkan bekal untuk “hari esok”, yaitu kehidupan akhirat.

Setiap kenikmatan yang kita nikmati hari ini mulai dari udara yang dihirup, kesehatan tubuh, makanan, hingga ketenteraman keluarga semuanya akan ditanyai pertanggungjawabannya di hadapan Allah.

Coba bayangkan kalau besok adalah hari terakhir kita di dunia. Masih adakah dosa yang ingin segera kita tinggalkan, salat yang belum kita perbaiki, atau hak orang lain yang belum kita tunaikan?.

Di hari kiamat kelak, jabatan, popularitas, dan kekayaan tidak bisa dipakai untuk membeli keselamatan. Penentu utamanya hanyalah murninya tauhid, ketakwaan, dan keikhlasan amal yang kita siapkan dari sekarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here