Adab-adab Tidur Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (Bagian I)

0
128
Ilustrasi seorang tidur/pikiran rakyat

Harmantajang.com – Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam  merupakan rasul yang terakhir diturunkan kedalam muka bumi ini untuk menjadi panutan.

Segala hal ayng berkaitan dengannya dijadikan sunnah untuk dilakukan, termasuk tidurnya. Berikut  cara tidur Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam 

1. Menutup pintu rumah dan Mematikan lampu kamar

Dalam hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَطْفِئُوا الْمَصَابِيحَ بِاللَّيْلِ إِذَا رَقَدْتُمْ وَغَلِّقُوا الْأَبْوَابَ وَأَوْكُوا الْأَسْقِيَةَ وَخَمِّرُوا الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ) رواه البخاري

“Padamkanlah lampu-lampu di malam hari pada saat kalian tidur di malam hari, kuncilah pintu dan tutuplah bejana, makanan dan minuman.” (HR. al-Bukhari).

2. Tidur cepat di waktu malam

Dari Abu Barza Radhiyallahu ‘anhu berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ (صَلاَةِ) الْعِشَاءِ وَالْحَدِيْثَ بَعْدَهَا

“Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya”. (HR. Muttafaqun Alaih).

Diantara faedahnya adalah agar bisa bangun diakhir malam dengan cepat untuk melaksanankan Qiayamullail, Membaca Al-Qur’an, Istighfar, dan ibadah lainnya.

Kecuali jika ada keperluan yang bermanfaat seperti menuntut ilmu, menjamu tamu, maka ini bentuk begadang yang tidak mengapa.

3. Sebelum tidur hendaknya membaca surah dan ayat yang di anjurkan oleh Rasulullah

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari Rahimahullah:

كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

”Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau hendak berangkat menuju ke tempat pembaringannya, setiap malamnya beliau mengumpulkan kedua tangannya (seperti berdoa) kemudian beliau meniup kedua telapak tangannya (dengan sedikit air) dan membaca kepada kedua telapak tangan beliau Surah Al-Ikhlas, Surah Al – Falaq dan Surah An-Nas, kemudian ia mengusapkan kedua telapak tangannya ke seluruh tubuhnya ia memulai :

4. Membaca Surah Al–Kafirun

Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud Rahimahullah dan dihasankan oleh Imam Al Bani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

قُلْ يا أيُّها الكافِرُونَ ثُمَّ نَمْ على خاتِمَتِها فإنَّها بَرَاءَةٌ مِنَ الشِّرْكِ  : اقْرأ

“Bacalah Surah Al-Kafirun kemudian tidurlah engkau di penghujung ayatnya karna ia melapaskanmu dari Kesyirikan”.(HR. Abu Daud, 5055. Tirmizi, 3400).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here