Alam Kubur: Antara Nikmat dan Siksa

Langit merah
Ilustrasi suasana langit merah/Istock

Harmantajang.com – Kekayaan berlimpah tidak ada artinya jika seseorang tidak dikaruniai hidayah, dan semua orang akan melewati alam kubur di dalamnya antara nikmat dan siksa. Untuk itu, mari beribadah kepada Allah Ta’ala. 

Justru, hidup dalam limpahan harta tanpa beriman dan bersujud kepada Allahsedang merancang jalan kehancuran abadi. Oleh karena itu, kita harus mensyukuri setiap kesempatan untuk bersujud, bertaubat, dan beramal shalih, karena bisa jadi itu adalah kesempatan terakhir kita di dunia ini.

Iman kepada Hari Akhir dan Alam Barzakh

Episode perjalanan hidup kita tidak berhenti di dunia ini saja, sebuah kebenaran yang pasti. Upaya untuk mengingkari fase kehidupan setelah dunia adalah sia-sia dan hanya akan berujung pada penyesalan abadi. 

Salah satu rukun terpenting dalam keimanan kita adalah “Iman kepada Hari Akhir”.Iman kepada Hari Akhir berarti meyakini bahwa kita semua akan berjalan dan berakhir di sana, di Hari Akhir (Yaumil Hisab). 

Ini juga berarti mengimani semua prosesi perjalanan antara yang menghubungkan fase dunia dengan fase akhirat, yang dikenal sebagai “Alam Barzakh” atau “Alam Kubur”. Sebagaimana Hari Akhir adalah kemestian, Alam Barzakh pun adalah kemestian; setiap kita akan memasuki fase kehidupan Alam Barzakh setelah kematian.

Telah menjadi aqidah Ahlussunnah wal Jamaah untuk meyakini bahwa seorang hamba setelah kematiannya akan menghadapi 1 dari 2 episode kehidupan baru di alam kuburnya: nikmat kubur atau siksa kubur. Keyakinan ini didasarkan pada banyak dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Baca Juga: Belajar dari Sejarah: Menyikapi Dunia dan Peradaban Manusia

Bukti-Bukti Adanya Siksa Kubur

Pertama, bukti dari Al-Qur’an Sumber-sumber menyebutkan beberapa kisah kaum terdahulu yang menunjukkan realitas siksa kubur (adzab alam barzakh)

Kaum Nabi Nuh ‘alaihissalam: Setelah ditenggelamkan disebabkan dosa-dosa mereka, mereka (segera sesudahnya) dimasukkan ke dalam api (nārā) di alam barzakh, dan mereka tidak menemukan penolong selain Allah. Ayat ini menggambarkan adzab api yang membakar mereka segera setelah kematian, dalam fase alam kubur.

Kaum Sodom (Pelaku LGBT): Setelah dibinasakan dengan membalikkan tanah tempat mereka berpijak dan menghujani mereka dengan batu dari Neraka, segera setelah kematian, di alam barzakhnya, mereka dihujani oleh bebatuan yang membakar dan menyiksa mereka, sebelum siksa abadi di Neraka Jahannam.

Firaun dan Pengikutnya: Setelah binasa di lautan, Allah menjelaskan bahwa mereka dipaparkan kepada Neraka di pagi dan malam hari di Alam Barzakh, sebelum pada hari Kiamat mereka dimasukkan ke dalam sepedih-pedihnya adzab. Pemaparan pada api Neraka ini menunjukkan adanya siksa yang menimpa mereka sebelum Hari Kebangkitan.

Kedua, bukti dari Hadits Nabi. Ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan bahwa dua perempuan tua Yahudi Madinah pernah datang kepadanya dan mengatakan bahwa penghuni kubur akan disiksa. Aisyah mendustakan dan sulit mempercayainya. 

Ketika ia menceritakan hal ini kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda yang artinya: “Mereka berdua benar! Sungguh mereka akan disiksa dengan adzab yang (suaranya) didengarkan oleh semua hewan”.

Sejak saat itu, Aisyah tidak pernah melihat Nabi mengerjakan shalat kecuali beliau memohon perlindungan dari siksa kubur. Hadits ini menegaskan adanya siksa kubur dan menggambarkan kengeriannya yang dapat didengar oleh hewan-hewan.

Tindakan yang Harus Dilakukan

Baca Juga: Kebahagiaan Sejati, Ujian Dunia, dan Persaksian Akhirat

Setelah meyakini kebenaran fase kehidupan Alam Barzakh, setidaknya ada dua hal penting yang harus kita lakukan:

Pertama, Konsisten dalam beramal shalih dan menjauhi larangan Allah Ta’ala: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati dua kuburan yang penghuninya sedang disiksa. 

Beliau menjelaskan bahwa keduanya disiksa bukan karena dosa besar, namun yang satu disiksa karena tidak menutup aurat saat buang air kecil, sedangkan yang lain disiksa karena melakukan Namimah (adu domba). 

Hadits ini mengisyaratkan perlunya menjauhi perbuatan yang menyebabkan siksa kubur, termasuk tidak menutup aurat saat buang hajat dan Namimah.

Kedua, Terus berdoa memohon perlindungan dari siksa kubur: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa apabila seseorang selesai dari tasyahud akhir, hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari 4 hal: 

Siksa Neraka Jahannam, siksa kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta kejahatan Masih al-Dajjal. Semoga Allah mengaruniakan kita husnul khatimah dan menjauhkan kita dari segala bentuk siksa kubur serta adzab akhirat yang abadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here