Home Fiqih Amalan Ringan Menuju Ampunan dan Derajat Mulia

Amalan Ringan Menuju Ampunan dan Derajat Mulia

Wudhu
Seorang sedang berwudhu/Istock

Harmantajang.com – Beberapa amalan sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa, yakni mampu menggugurkan dosa-dosa masa lalu dan meninggikan derajat seorang hamba di sisi Allah.

Amalan-amalan ini, meski terlihat sederhana dalam keseharian, menyimpan pahala yang sangat besar jika dilakukan sesuai tuntunan Nabi Muhammad.

Menyempurnakan Wudu di Tengah Kesulitan (Isbagul Wudhu)

Amalan pertama yang ditekankan adalah menyempurnakan wudu, terutama pada kondisi yang tidak disukai atau berat, seperti saat cuaca sangat dingin atau ketersediaan air yang sedikit.

Menyempurnakan wudu bukan berarti boros air, melainkan memastikan seluruh anggota wudu terbasuh dengan benar sesuai sunnah.

Untuk itu,bpentingnya memperhatikan bagian-bagian yang sering terlewatkan, seperti tumit dan siku. Beliau mengutip ancaman Rasulullah bagi mereka yang tidak membasuh tumitnya dengan sempurna:

Baca Juga: Pelita di Tengah Kegelapan: Menelusuri Kemuliaan dan Jejak Dakwah Rasulullah

“Kecelakaan bagi tumit-tumit yang tidak disentuh dengan air wudu dengan api neraka”. Selain itu, umat Islam dilarang keras untuk boros air saat berwudu, bahkan jika mereka berada di sungai yang mengalir sekalipun.

Memperbanyak Langkah Kaki Menuju Masjid

Amalan kedua adalah memperbanyak langkah kaki menuju masjid. Setiap langkah kaki seorang hamba menuju rumah Allah dihitung sebagai pahala dan menjadi sebab diangkatnya derajat mereka.

Masjid adalah tempat yang paling dicintai Allah di muka bumi, berbanding terbalik dengan pasar yang merupakan tempat yang paling dibenci karena banyaknya kelalaian dan kecurangan di sana.

Selain langkah kaki, adab saat menuju dan berada di masjid juga sangat menentukan.

Muslim dianjurkan berjalan dengan tenang (tidak terburu-buru), masuk dengan kaki kanan sambil membaca doa, dan melaksanakan salat sunnah Tahiyatul Masjid sebelum duduk.

Baca Juga: Jangan Menunda, Raih Ampunan dan Surga-Nya

Menjaga konsistensi salat berjamaah di masjid juga disebut sebagai ciri orang yang menjauhi sifat munafik.

Menunggu Waktu Salat sebagai Bentuk Perjuangan (Ribat)

Amalan ketiga yang memiliki keutamaan besar adalah menunggu waktu salat yang satu ke waktu salat berikutnya (Intizarus Shalah). pahala menunggu waktu salat ini setara dengan Ribat, yaitu pahala berjihad atau berjaga-jaga di garis depan perjuangan di jalan Allah.

Kegiatan menunggu ini bisa diisi dengan hal-hal bermanfaat seperti mengikuti kajian ilmu, berzikir, atau berdoa.

Doa di antara waktu salat atau saat sujud adalah waktu yang sangat mustajab untuk diterima oleh Allah.

Dengan mengamalkan sunnah-sunnah ini secara konsisten, seorang muslim diharapkan dapat terus menambah timbangan amal kebajikannya untuk persiapan di hari kiamat kelak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here