Hati-hati, Dosa Syirik Bisa ‘Memusnahkan’ Seluruh Kebaikan

0
356
Ilustrasi perbuatan syirik/harapan rakyat

Harmantajang.com – Seperti diketahui, syirik menghapuskan amalan sebagaimana firman Allah didalam Al-Qur’an:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu berbuat syirik, niscaya akan terhapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi”. (Qs. Az Zumar: 65).

Mengapa dikatakan orang yang merugi? karena jika dia adalah syirik akbar maka itu jelas, menjadikan amalan seseorang tidak bernilai disisi-Nya.

Allah berfirman di dalam Al-Qur’an:

وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنْفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَ

“Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan” (QS. At-Taubah: 54).

Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tentang seorang lelaki yang bernama Abdullah ibn Jud’an beliau mati dalam kesyirikan.

Namun, selama hidupnya dizaman jahiliyah dia banyak melakukan kebaikan yaitu membantu orang memiliki akhlak yang baik.

Asyah bertanya: ”Apakah hal itu bemanfaat baginya Ya Rasulullah”?

Nabi berkata: ”Tidak sama sekali karena dia tidak pernah beriman kepada Allah Subhanahu wata’ala dan ia mati dalam kesyirikan”.

Begitupula paman Nabi yang bernama Abu Thalib yang membela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam selama hidupnya.

Namun hal itu tidak bermanfaat baginya sedikitpun karena ia mati dalam kesyirikan, oleh karenanya dosa kesyirikan adalah perkara yang paling besar atau kedzaliman yang paling akbar.

Sehingga Allah Subhanahu wata’ala berpesan di dalam Al-Qur’an lewat lisan Lukmanul Hakim:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Wahai puteraku, janganlah berbuat syirik kepada Allah, karena sesungguhnya syirik itu adalah kezaliman yang sangat besar”. (QS. Luqman : 13).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here