بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Seorang Syaikh yang sangat dicintai oleh siapapun beliau bernama Syaikh Al Amin Al Hajj Hafidzahullah beliau pengajar disudan dan sebagai pemateri dalam setiap muhadarah, beliau memiliki sifat kelembutan akhlak dan penyabar yang dengan sifat tersebut membuat beliau sangat dicintai, beliau adalah guru dari Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I.

Pertama kali Ustadz Harman Tajang tiba disudan beliau diamanahkan untuk membacakan kitab – kitab yang dibacakan dimajelis beliau dengan beberapa kitab dan dalam pengajian tersebut beberapa kitab telah di khatamkan, pengajian pertama dilakukan disebuah masjid yang memang benci dengan sunnah.

Suatu ketika pengajian sedang dimulai dan Ustadz Harman Tajang memegang microfon kemudian datang seorang dari belakang dengan mengatakan:”Matikan itu microfonia mengucapkan hal tersebut beberapa kali“, pada saat kejadian tersebut Ustadz Harman Tajang hampir terbawa emosi, tapi Syaikh Al Amin Al Hajj Hafidzahullah kemudian memegang tangan Ustadz Harman Tajang lalu mengatakan:”Sabar, Sabar, Sabar”.

Subhanallah dialah Allah Subhanahu wata’ala yang membolak balikkan hati manusia, berselang berjalan beberapa waktu kemudian dengan kesabaran Syaikh Al Amin Al Hajj Hafidzahullah akhirnya orang yang sangat benci Sunnah tersebut duduk dimajelisnya Syaikh Al Amin Al Hajj Hafidzahullah bahkan ia paling banyak bertanya kepada Syaikh Al Amin Al Hajj Hafidzahullah.

Akhirnya ia kemudian mengenal sunnah dan menjadi orang yang paling banyak membantu para penuntut ilmu dimajelisnya Syaikh Al Amin Al Hajj Hafidzahullah. Ini adalah buah kesabaran beliau.

Kisah selanjutnya, Suatu ketika setelah selesai pengajian Ustadz Harman Tajang bersama Syaikh Al Amin Al Hajj Hafidzahullah berjalan kerumahnya kemudian datang seorang peminta – minta yang kasar sambil mengatakan:”Berikan  saya sesuatu”, Syaikh Al Amin Al Hajj Hafidzahullah pada waktu itu tidak membawa sesuatu yang berharga karena baru selesai dari pengajian, beliau kemudian langsung mencabut kopiah dari kepalanya kemudian dipasangkan dikepala orang tersebut , kemudian orang tersebut mengatakan:”Jazakallahu Khairan, kemudian pergi”.

Kesabaran akan mengalahkan keburukan selama kesabaran tersebut diatas kebenaran dan diridhai oleh Allah Subhanahu wata’ala oleh karenanya hendaklah kita menjaga kesabaran dan menunjukkan akhlak yang baik sebagaimana yang terdapat pada diri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, bisa jadi orang yang dahulunya buruk banyak melakukan kerusakan dan kesalahan atau bahkan sangat benci kepada islam lalu ia kemudian berubah menjadi orang yang sholeh dan taat kepada Allah Subhanahu wata’ala karena Akhlak dan adab yang baik yang kita tunjukkan kepada orang tersebut, dan hal ini banyak dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallammengajarkan kepada para sahabatnya tentang akhlak dan adab yang mulia kepada orang yang tidak mengetahui sebagaimana yang dinukil dalam sirah beliau yang terdapat dalam kitab para ulama.Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Rabu, 22 Rajab 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE :  http://line.me/ti/p/%40nga7079p

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here