Hidup Terasa Sempit? Inilah Jalan Keluar Menurut Islam

Jalan
Ilustrasi jalan raya/Istock

Harmantajang.com – Setiap individu pasti pernah merasa hidup terasa sempit namun ada jalan keluar menurut Islam dan kita akan selalu melewati  berbagai kesulitan itu.

Terkadang, muncul perasaan seolah seluruh pintu telah tertutup dan tidak ada lagi ruang atau jalan yang terbuka. Namun, dalam momen-momen sulit ini, sangatlah penting untuk selalu mengingat pesan Allah Azza wa Jalla.

Janji Kemudahan Bersama Kesulitan

Allah Azza wa Jalla memberikan janji yang pasti bagi orang-orang yang menghadapi kesulitan, sebagaimana firman-Nya: 

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (5) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (6    

“Maka sungguh bersama dengan kesulitan itu ada kemudahan. Sungguh bersama dengan kesulitan itu ada kemudahan” (Surah al-Syarh: 5-6).

Sesempit apa pun kehidupan ini terasa, kita harus mengingat betapa dahsyatnya balasan Allah Ta’ala bagi para hamba yang bersabar menjalaninya. Siapa pun yang menginginkan kemenangan, jalan keluar (al-faraj), kemudahan, dan kebahagiaan, hendaknya merenungkan pesan Rasulullah.

Beliau bersabda bahwa bersabar menghadapi apa yang tidak disukai itu memberikan kebaikan berlimpah, dan pertolongan (al-nashr) akan datang bersama kesabaran, serta jalan keluar (al-faraj) bersama dengan kesulitan (al-karb).

Baca Juga: Jejak Persahabatan Islami: Dunia Menuju Surga

Takdir dan Tawakkal sebagai Sandaran Utama

Walaupun hidup terasa sulit dan tidak menyenangkan, kaum muslimin diingatkan bahwa semua yang terjadi adalah takdir yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala. Allah tidak akan pernah menzalimi hamba-Nya. 

Oleh karena itu, di balik semua kepahitan yang terjadi, pasti ada kebaikan dari Allah Ta’ala yang menanti.Orang-orang beriman harus bertawakkal hanya kepada Allah, karena Dialah Pelindung kita. 

Apapun yang menimpa, pastikan kita menjalaninya di atas jalan keimanan dan Tauhid kepada Allah Ta’ala. Allah pasti akan menolong dan tidak menyia-nyiakan kita, selama kita menyandarkan segalanya hanya kepada-Nya. Allah Ta’ala menegaskan: 

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Dan siapa saja yang bertawakkal kepada Allah, maka Dia akan mencukupinya” (Surah al-Thalaq: 3).

Kesulitan sebagai Penghapus Dosa

Sadarilah bahwa Allah Azza wa Jalla telah menyiapkan balasan pahala yang berlimpah atas kesabaran dalam menghadapi kehidupan yang keras atau kegalauan yang menggelayuti pikiran. 

Dengan selalu mengingat indahnya balasan ini, segala kegalauan akan terasa jauh lebih ringan, dan hidup menjadi lebih bahagia. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa:

Dari Abu Said Al-Khudri dan dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya” (HR. Al-Bukhari no. 5642 dan Muslim no. 2573).

Baca Juga: Ketika Alam Berbicara: Tentara Allah sedang Turun!

Doa adalah Senjata

Ketika kehidupan mulai terasa berat, segeralah kembali bersandar pada Allah Ta’ala dengan doa-doa. Mohonlah kepada Allah agar Dia menyingkap kegalauan dan menyingkirkan kesulitan, karena hanya Allah Ta’ala satu-satunya yang Mahakuasa untuk menghapuskan semua itu.

Allah berfirman dalam Surat An-Naml Ayat 62:

أَمَّن يُجِيبُ ٱلْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ ٱلسُّوٓءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَآءَ ٱلْأَرْضِ ۗ أَءِلَٰهٌ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ

Artinya: Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here