Harmantajang.com – Perintah untuk bersegera dalam meraih ampunan dan surga Allah merupakan pesan sentral untuk mengajak hamba-Nya bergegas menuju ampunan dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
Urgensi Waktu dan Hakikat Kematian yang Rahasia
Kita diperintahkan untuk bersegera karena kesempatan hidup di dunia sangat terbatas, di mana umur umat Nabi Muhammad SAW rata-rata hanya berkisar antara 60 hingga 70 tahun.
Kematian adalah rahasia Allah yang bisa menjemput kapan saja, bahkan saat kita sedang bermajelis, tanpa ada yang mampu menolaknya meskipun berada di dalam benteng yang kokoh.
Baca Juga: Kemuliaan Kedermawanan dan Sia-sianya Amal Tanpa Keimanan
Prinsipnya, waktu adalah kehidupan; jika kita tidak menyibukkan diri dengan kebaikan, maka jiwa kita akan terseret ke dalam keburukan.
Oleh karena itu, dalam urusan akhirat, Islam mengajarkan untuk tidak menunda-nunda (tidak tu’adah), berbeda dengan urusan dunia yang sebaiknya dilakukan dengan tenang dan tidak tamak.
Menyeimbangkan Kehidupan Dunia tanpa Melupakan Akhirat
Islam tidak melarang umatnya mencari rezeki, bahkan Allah memerintahkan manusia untuk bertebaran di muka bumi mencari karunia-Nya setelah menunaikan salat.
Namun, terdapat perbedaan instruksi: untuk urusan dunia kita diminta “berjalan” (famsyu), sedangkan untuk urusan akhirat kita diminta “berlari” atau “berlomba-lomba” (wasari’u atau fastabiqul khairat).
Kehidupan dunia digambarkan sebagai senda gurau dan perhiasan yang menipu, seperti tanaman hijau yang kemudian menguning dan hancur.
Seorang muslim yang baik adalah mereka yang tidak dilalaikan oleh perdagangan atau bisnisnya dari mengingat Allah, mendirikan salat, dan menunaikan zakat.
Harapan pada Luasnya Ampunan dan Pintu Tobat
Sebagai manusia yang lemah, setiap anak cucu Adam pasti pernah berbuat salah, namun sebaik-baik mereka adalah yang segera kembali (bertobat) kepada Allah.
Baca Juga: Menanti Kepastian: Bekal Amal dan Sesal Menjelang Kematian
Allah sangat gembira dengan tobat hamba-Nya, bahkan melebihi kegembiraan seorang musafir yang menemukan kembali unta dan perbekalannya yang sempat hilang di tengah padang pasir yang mematikan.
Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, karena tidak ada dosa yang melebihi luasnya rahmat-Nya, selama seseorang mau bertobat sebelum ajal menjemput.
Penting bagi setiap muslim untuk memperbanyak istigfar setiap hari guna membersihkan “titik hitam” dosa di hati agar tidak berkarat dan menjadi keras.




