Jangan Merasa Sempurna, Tutupi Kekuranganmu dengan Taubat

Ilustrasi seorang sedang termenung/Istock

Harmantajang.com – Allah berfirman didalam Al-Qur’an:

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. An-Nahl: 18).

Dialah Allah Subhanahu wata’ala yang mencurahkan kepada kita begitu banyak nikmatnya baik nikmat yang dzahir maupun yang batin. Olehnya, kewajiban sebagai seorang hamba adalah senantiasa mensyukurinya agar Allah senantiasa menambahkannya dan memberkahi.

Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 07).

Diantara cara mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wata’ala adalah dengan meningkatkan keimanan dan kualitas kita kepada-Nyaserta senantiasa mengerjakan amalan-amalan sholeh.

Baca Juga: Harta dan Benda Tidak Berguna, Mengapa Bisa? (Tafsir QS. Al-Lail: 11)

Allah Subhanahu wata’ala senantiasa memberikan kepada kita ampunan, senantiasa mensucikan hamba-hamba-Nya dari pebuatan noda dan dosa. Allah berfirman didalam Al-Qur’an:

وَاللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَنْ تَمِيلُوا مَيْلًا عَظِيمًا

“Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran)”. (QS. An-Nisa: 27).

Allah maha tahu akan kelemahan hamba-hambanya, kita hamba yang lemah dan fakir dihadapan Allah serta senantiasa terjatuh dalam dosa dan kesalahan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menegaskan didalam hadist:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

“Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat”. (HR.Tirmidzi).

Baca Juga: Menjadi Seorang Wali Allah, Emang Bisa dan Apa Syaratnya?

Dapat dilihat bahwa setiap dari ummat manusia, mereka tidak akan lepas dari kekurangan dan dosa-dosa. Dengan demikian, mari menjadikan taubat sebagai penutup-penutup atas segala kehilafan yang telah diperbuat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here