Home Adab & Akhlak Kekuasaan Bisa Berlindung, Keadilan Allah Tidak!

Kekuasaan Bisa Berlindung, Keadilan Allah Tidak!

Palu sidang
Ilustrasi Palu sidang/Istock

Harmantajang.com – Kekuasaan sering kali memberi manusia ruang untuk berlindung dari pertanggungjawaban. Akan tetapi, di hadapan Allah, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi.

Dengan jabatan, harta, pengaruh, dan jaringan yang kuat, seseorang mungkin mampu menutupi kesalahan, membungkam kritik, bahkan menghindari hukuman di dunia.

Di hadapan manusia, seseorang mungkin dapat memanipulasi fakta, menyembunyikan bukti, atau menggunakan kedudukannya untuk menyelamatkan diri.

Kesadaran Pengawasan Allah dan Hakikat Penangguhan Balasan

Setiap langkah, keputusan, hingga niat rahasia di dalam hati manusia berada dalam pengawasan penuh Allah tanpa ada satu pun yang luput.

Kadang kita merasa bingung melihat orang yang berbuat jahat atau curang justru tetap hidup tenang, menikmati harta, dan mempertahankan posisinya.

Baca Juga: Seni Memaafkan: Mewarisi Akhlak Penghuni Surga!

Namun, Allah menegaskan dalam Surah Ibrahim ayat 42 bahwa Dia tidak pernah lalai sedikit pun, melainkan sengaja menangguhkan balasan mereka sampai hari kiamat kelak.

Rasulullah juga mengingatkan bahwa tidak adanya sanksi hari ini bukanlah jaminan bahwa seseorang sudah aman, sebab ketika hukuman Allah tiba, tidak ada satu orang pun yang bisa meloloskan diri.

Kezaliman Publik: Korupsi, Kerusakan Alam, dan Penyalahgunaan Jabatan

Kezaliman bisa berdampak sangat luas ketika amanah jabatan disalahgunakan untuk memperkaya diri atau merusak lingkungan.

Praktik korupsi dan suap secara tegas dilarang karena merampas hak masyarakat secara batil.

Begitu pula dengan kerusakan alam seperti kebakaran hutan dan lahan yang membuat masyarakat kecil serta anak-anak menderita, hal itu terjadi akibat perbuatan tangan manusia serta pembiaran oleh pejabat yang berwenang.

Sejarah membuktikan bahwa penguasa sekuat Fir’aun pun akhirnya dibinasakan oleh Allah, menegaskan bahwa kekuasaan dan harta tidak akan pernah bisa menyelamatkan seseorang dari pengadilan Tuhan.

Kezaliman Personal, Doa Orang Teraniaya, dan Penyelesaian Hak di Dunia

Kita sering kali sibuk mengecam kejahatan orang lain di media, tetapi meremehkan kesalahan sendiri kepada pasangan, anak, tetangga, atau rekan kerja, padahal kezaliman akan berubah menjadi kegelapan di hari kiamat.

Baca Juga: Dunia yang Memikat, Tapi Akhirat yang Mengikat!

Hak atau uang orang lain yang pernah diambil tidak akan pernah luntur begitu saja hanya karena waktu sudah lama berlalu atau karena pelakunya sudah lupa.

Bertobat dari dosa kepada sesama tidak cukup hanya dengan meminta ampun kepada Allah, tetapi wajib mengembalikan hak dan meminta maaf langsung sewaktu masih di dunia.

Rasulullah juga sangat mewanti-wanti agar kita takut terhadap doa orang yang teraniaya, karena tidak ada penghalang sama sekali antara doa mereka dengan Allah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here