Home Aqidah Kelak Tiada Lagi Tempat Sembunyi: Renungan Menghadapi Hari Pembalasan

Kelak Tiada Lagi Tempat Sembunyi: Renungan Menghadapi Hari Pembalasan

langit
Ilustrasi langit Indah/Istock

Harmantajang.com – Al-Qur’an diturunkan bukan sekadar untuk dibaca, melainkan sebagai pelajaran untuk mengguncang hati yang lalai, menyembuhkan jiwa, dan menjadi petunjuk bagi orang yang beriman.

Salah satu pengingat yang paling menggetarkan jiwa terdapat dalam Surah Al-Qiyamah, yang menggambarkan suasana ketika manusia tidak lagi memiliki tempat untuk melarikan diri dari hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kepastian Kebangkitan dan Kekuasaan Allah yang Mutlak

Banyak manusia meragukan hari kebangkitan, namun Allah menegaskan kekuasaan-Nya melalui hal yang sangat mendetail.

Allah menyatakan bahwa Dia tidak hanya mampu mengumpulkan kembali tulang-belulang yang telah hancur, tetapi juga mampu menyusun kembali ujung-ujung jari manusia dengan sempurna.

Syaikh Abdurrahman as-Sa’di menjelaskan bahwa jika bagian paling halus seperti ujung jari saja mampu Allah susun kembali, maka membangkitkan seluruh tubuh tentu lebih mudah bagi-Nya.

Baca Juga: Dosa kepada Allah dan Sesama Manusia

Hal ini menjadi bantahan telak bagi siapapun yang meragukan bahwa setiap jiwa akan dibangkitkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Jebakan Menunda Taubat dan Tipu Daya Hawa Nafsu

Masalah utama manusia seringkali bukan karena kurangnya bukti tentang hari akhir, melainkan karena keinginan hawa nafsu untuk bebas dari tanggung jawab.

Manusia cenderung bertanya “Kapan Kiamat?” bukan untuk mencari kebenaran, melainkan sebagai cara untuk menunda taubat.

Banyak orang yang tetap melakoni maksiat, meninggalkan shalat, atau mencari nafkah yang haram dengan alasan “nanti saja kalau sudah tua,” “nanti kalau sudah stabil,” atau “nanti kalau sudah pensiun”. Padahal, tidak ada jaminan usia bagi manusia.

Banyak yang pagi hari masih tertawa, namun sore harinya sudah dikafani; malamnya masih menggenggam ponsel, esoknya orang lain sudah menggenggam keranda jenazahnya.

Hilangnya Alasan dan Kesaksian Anggota Tubuh

Pada hari Kiamat, segala hal yang dianggap besar di dunia seperti jabatan, kekayaan, popularitas, hingga jumlah pengikut di dunia maya menjadi tidak berarti sama sekali.

Manusia akan bertanya, “Ke mana tempat lari?”, dan Allah menjawab bahwa tidak ada tempat berlindung selain kembali kepada Rabb-mu.

Baca Juga: Sembahlah Allah Sampai Ajal Menjemputmu

Jika di dunia manusia bisa bersembunyi dengan melakukan pencitraan, menghapus pesan, atau mengunci akun, maka di hadapan Allah tidak ada niat yang tersembunyi. Pada saat itu, manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri.

Lidah mungkin bisa menyusun 1001 alasan di hadapan manusia, namun kelak seluruh anggota tubuh akan menjadi saksi yang paling jujur atas apa yang telah dilakukan selama hidup di dunia.

Akhirnya, mumpung pintu taubat masih terbuka dan nyawa belum sampai di tenggorokan, marilah kita memperbaiki shalat, menjaga lisan, dan membersihkan penghasilan kita. Takwa adalah satu-satunya bekal terbaik menuju hari akhir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here