Home Aqidah Kematian: Rahasia Ilahi yang Pasti Menjemput

Kematian: Rahasia Ilahi yang Pasti Menjemput

Jam
Ilustrasi jam dan waktu/Unplash

Harmantajang.com – Setiap jiwa yang bernyawa pasti akan merasakan kematian yang rahasia ilahi yang yasti menjemput. Ini adalah sebuah kepastian yang seringkali menimbulkan dua perasaan utama dalam diri manusia.

Ketakutan akan apa yang akan dihadapi dan kesedihan karena harus meninggalkan apa yang dicintai di dunia. Namun, kematian sejatinya adalah sebuah renungan besar, sebuah rahasia ilahi yang tak seorang pun dapat menghindarinya.

Kepastian yang Tak Terelakkan

Al-Qur’an menegaskan bahwa kematian akan menjemput setiap insan, di manapun ia berada, sekalipun ia berlindung di dalam benteng yang sangat kokoh. Kematian adalah sesuatu yang tidak bisa ditolak atau dihindari; bahkan jika seseorang berusaha lari darinya, kematian itu sendiri yang akan menemuinya.

Dalam Surat An-Nisa Ayat 78, Allah berfirman:

أَيْنَمَا تَكُونُوا۟ يُدْرِككُّمُ ٱلْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِى بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ وَإِن تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا۟ هَٰذِهِۦ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا۟ هَٰذِهِۦ مِنْ عِندِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰٓؤُلَآءِ ٱلْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا

Artinya: Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?.

Baca Juga: Memikirkan Kemaksiatan Saat Salat, 2 Cara Mengatasinya!

Malaikat Maut tidak pernah gentar oleh status, kekayaan, pangkat, atau banyaknya pengawal yang dimiliki seseorang. Ketika ajal telah tiba, tidak ada satu kekuatan pun yang mampu menolak ketentuan dari Allah. 

Seorang ulama Salaf menggambarkan kenyataan ini dengan sederhana: kita semua pada hakikatnya telah divonis mati. Ilustrasi yang sangat jelas adalah kisah seorang hakim yang menjatuhkan vonis mati kepada seorang terdakwa kasus terorisme. 

Meskipun terdakwa telah divonis, ternyata sang hakim meninggal dunia lebih dulu sebelum eksekusi sempat dilaksanakan. Ini menunjukkan bahwa waktu kematian adalah mutlak rahasia Allah.

Misteri di Balik Waktu

Tidak ada yang tahu kapan ajalnya akan tiba. Terkadang, seorang dokter yang merawat pasiennya justru meninggal lebih dulu. Ada pula orang yang bolak-balik menjalani cuci darah atau kemoterapi, namun masih diberikan umur panjang oleh Allah. 

Hal ini menegaskan bahwa segala upaya medis dan keahlian dokter tidak akan mampu menunda kematian jika waktunya telah ditetapkan. Ketika nyawa sudah sampai di kerongkongan, tidak ada lagi yang bisa mengobati atau merukiahnya.

Kematian bisa datang kapan saja, bahkan di tengah momen yang paling biasa sekalipun. Seperti kisah seorang dari kalangan Salaf yang sedang makan bersama keluarganya, tiba-tiba datang utusan yang membawa kabar duka bahwa saudaranya telah meninggal dunia.

Baca Juga: Siapakah Orang yang Paling Kuat?

Kabar Gembira di Ambang Kematian

Bagi seorang mukmin, momen sakaratul maut bukanlah akhir yang menakutkan, melainkan sebuah transisi yang disertai kabar gembira dari para malaikat. Ketika seorang hamba yang beriman menghadapi kematian, ia diliputi dua perasaan.

Takut akan kematian yang ada di depan mata, dan sedih karena akan meninggalkan dunia beserta isinya istri, anak-anak yang masih kecil, dan rumah yang baru dibangun.

Pada saat genting inilah, malaikat datang dan berbisik kepadanya, sebuah bisikan yang hanya bisa didengar olehnya: (janganlah engkau takut dan janganlah engkau bersedih). Para malaikat menenangkannya dengan mengatakan:

“Jangan takut dengan kematian yang ada di depanmu” dan”Jangan sedih dengan dunia yang akan engkau tinggalkan, seperti istrimu yang akan menjadi janda atau anak-anakmu yang akan menjadi yatim”.

Malaikat meyakinkan bahwa Allah  yang akan menjaga mereka di dunia dan di akhirat. Sungguh, kasih sayang Allah kepada anak-anak kita jauh lebih besar daripada kasih sayang kita sendiri kepada mereka. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here