بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sering kita mendengar kata – kata salaf,  As salaf menurut bahasa artinya sesuatu yang telah berlalu , adapun yang datang belakangan dinamakan al khalaf, berkata salah seorang ulama salaf :”Segala kebaikan itu didapatkan dengan mengikuti para salaf dan segala keburukan ketika mengikuti para khalaf, dan hal ini adalah perkara dalam urusan agama, jadi dalam beragama tidak cukup mengikuti Al-Qur’an dan sunnah akan tetapi perlu ada penjelasan  yang sesuai dengan pemahaman para salaf karena mereka adalah orang yang  mulia dan paling mengerti tentang sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, kesimpulannya As Salaf As Sholeh adalah generasi yang ditazkiyah yang direkomendasikan dan dipuji oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana dijelaskan dalam hadist beliau:

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallambersabda:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

Sebaik-baik manusia adalah zamanku, dan kemudian setelahnya, dan kemudian setelahnya.” (HR. Bukhari No. 2509, 3451, 6065, 6282. Muslim No. 2533. At Tirmidzi No. 2320).

Yang dimaksud dalam hadist diatas adalah mereka para sahabat Radhiyallahu ‘anhu,karena para sahabat adalah orang – orang yang dipilih khusus oleh Allah Subhanahu wata’ala untuk menukil ilmu dari  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, oleh karenanya sahabat Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu berkata:”Barangsiapa yang ingin mengambil contoh dan teladan maka hendaknya ia mengambil contoh dan teladan dari orang yang telah meninggal karena orang yang masih hidup itu tidak aman darinya fitnah selama dia masih hidup“. Sedalam apapun ilmunya dan bagaimanapun kualitas keimanan dan ibadahnya namun selama seseorang itu hidup maka tidak aman darinya fitnah, dan yang dimaksud oleh sahabat Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu yang telah meninggal adalah mereka para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:”Pemimpin para wali – wali Allah Azza wa Jallamereka adalah orang yang paling dalam ilmunya dari ummat belakangan dan yang paling suci hatinya dan mereka paling sedikit takallufnya (memberat – beratkan diri) yaitu beragama dengan sesuatu yang tidak ada contoh dan sunnahnya dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka dipilih oleh Allah Subhanahu wata’ala untuk menemani Nabinya, maka kenalilah keutamaan mereka karena cinta kepada sahabat – sahabat Nabi adalah bagian dari keimanan, dan Rasululllah Shallallahu ‘alaihi wasallam memberi kepada kita peringatan atas sahabat beliau, Dari Abu Said Al Khudri Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ

Jangan kalian cela para sahabatku, seandainya salah seorang kalian menginfakkan emas sebesar Uhud itu tidak akan bisa menyamai satu mud-nya mereka bahkan setengahnya.” (HR. Bukhari No. 3470. Muslim No. 2540. At Tirmidzi No. 3952). dan cukuplah kebersaan mereka kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi kemuliaan bagi mereka.

Dalam hadist yang lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengancam orang – orang yang membenci para sahabatnya dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mencintai orang yang mencintai para sahabatnya, Dari Abdullah bin Mughaffal Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اللَّهَ اللَّهَ فِي أَصْحَابِي اللَّهَ اللَّهَ فِي أَصْحَابِي لَا تَتَّخِذُوهُمْ غَرَضًا بَعْدِي فَمَنْ أَحَبَّهُمْ فَبِحُبِّي أَحَبَّهُمْ وَمَنْ أَبْغَضَهُمْ فَبِبُغْضِي أَبْغَضَهُمْ وَمَنْ آذَاهُمْ فَقَدْ آذَانِي وَمَنْ آذَانِي فَقَدْ آذَى اللَّهَ وَمَنْ آذَى اللَّهَ يُوشِكُ أَنْ يَأْخُذَهُ

Bertaqwa-lah kalian kepada Allah terhadap hak-hak sahabatku, jangan jadikan mereka sasaran kata-kata keji setelah aku wafat. Barangsiapa yang mencintai mereka (para sahabat) maka dengan kecintaanku, aku akan mencintai mereka (orang yang mencintai sahabat), dan barangsiapa yang membenci mereka, maka dengan kebencianku, aku akan membenci mereka (orang yang membenci sahabat), dan barangsiapa yang menyakiti mereka maka dia telah menyakiti aku, dan barangsiapa yang telah menyakiti aku, maka dia telah menyakiti Allah, dan barangsiapa yang menyakiti Allah, maka Dia akan memberinya azab”. (HR. At Tirmidzi No. 3954, katanya: hasan gharib. Ahmad No. 19641).

Kemudian generasi setelahnya adalah para tabi’in yaitu generasi yang berjumpa dengan para sahabat  dan mengambil ilmu dari mereka dan setelahnya adalah atba’u tabi’in sebagaimana hadist Rasulullah:

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallambersabda:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

Sebaik-baik manusia adalah zamanku, dan kemudian setelahnya, dan kemudian setelahnya.” (HR. Bukhari No. 2509, 3451, 6065, 6282. Muslim No. 2533. At Tirmidzi No. 2320).

Jika disebut kata salaf maka mereka yang dimaksud adalah dimulai dari sahabat – sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, para tabi’un dan atba’u tabiun dan mengikuti mereka generasi para salaf adalah jalan keselamatan dalam beragama dan beribadah kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Manhaj salaf adalah manhaj yang sempurna dan paripurna yang mencakup seluruh lini kehidupan baik interaksi seorang hamba dengan tuhannya begitupula dengan hubungan dan muamalahnya dengan sesama manusia.

Salah satu diantara jalan agar kita bisa menjaga keistiqomahan kita dijalan Allah adalah dengan sering membaca sejarah mereka, didalam Al-Qur’an Allah Subhanahu wata’ala menceritakan kepada Nabinya dan kepada kita semua yaitu para salaf dari kalangan anbiya para Nabi – Nabi Allah Subhanahu wata’ala, hikmah serta tujuan Allah Subhanahu wata’alamenceritakan kisah – kisah mereka adalah untuk menguatkan hati Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wata’ala:

وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ

Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Hud : 120).Selain ayat tersebut diturunkan untuk menguatkan hati Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga ayat tersebut diturunkan untuk menguatkan hati ummat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang mau mengambil pelajaran dari kisah – kisah yang Allah Subhanahu wata’ala ceritakan dalam Al-Qur’an dan juga kisah – kisah Rasulullah dan para sahabatnya serta orang – orang sholeh yang mengikuti mereka dengan baik. Semoga kita termasuk golongan orang – orang yang mengikuti Rasulullah, para sahabat, para salaf agar kita termasuk yang mendapatkan keutamaan yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wata’ala dalam firmannya:

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar“. (QS. At Taubah :100).Wallahu A’lam Bish Showaab



Oleh : Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I Hafidzahullahu Ta’ala (Direktur Markaz Imam Malik)

@Ahad, 29 Jumadil Awal 1438 H

Fanspage : Harman Tajang

Kunjungi Media MIM:
Fans page: https://www.facebook.com/markaz.imam.malik.makassar/

Website : http://mim.or.id

Youtube : https://www.youtube.com/c/MimTvMakassar

Telegram : https://telegram.me/infokommim

Instagram : https://www.instagram.com/markaz_imam_malik/

ID LINE : mim.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here