Home Tazkiyah Kenapa Orang Beriman Bisa Lebih Bahagia?

Kenapa Orang Beriman Bisa Lebih Bahagia?

Berdoa
Ilustrasi tangan sedang berdoa/unplash

Harmantajang.com – Kenapa orang beriman bisa lebih bahagia?, tidak sedikit yang memiliki semua kekayaan dan jabatan itu menjadi jaminan mereka bahagia dan kadang justru hidup dalam kegelisahan. 

Sebaliknya, kita sering menemukan orang beriman yang hidup sederhana tetapi hatinya tenang. Mengapa demikian?

Mengubah Paradigma tentang Hakikat Dunia dan Kebahagiaan 

Kebahagiaan sejati tidak akan ditemukan dalam tumpukan harta materi, jabatan, atau pengakuan manusia, karena semua itu sering kali hanya memberikan kesenangan sesaat namun bukan ketenangan jiwa.

Seseorang harus menyadari bahwa dunia ini hanyalah tempat singgah sementara, tempat melintas, dan medan ujian untuk menyiapkan bekal menuju negeri Akhirat yang abadi.

Baca Juga: Rajab: Bukan Tradisi, Harus ada Tuntunan Syariat

Kebahagiaan yang sesungguhnya hanya dapat dirasakan ketika seseorang menempuh jalan penghambaan dan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Dalam Surat An-Nur Ayat 52, Allah berfirman:

وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَيَخْشَ ٱللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ

Artinya: Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.

Menjaga Keseimbangan antara Urusan Dunia dan Ibadah 

Menjadi hamba yang bahagia tidak berarti harus meninggalkan dunia sepenuhnya atau mengabaikan pekerjaan dan bisnis. 

Namun, yang menjadi kunci adalah tidak membiarkan kesibukan duniawi seperti perdagangan dan pekerjaan melalaikan diri dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat.

Setiap aktivitas duniawi, baik itu bekerja di kantor maupun berbisnis, harus dijalankan dengan penuh amanah, jujur, dan memastikan keberkahannya agar tetap berada dalam koridor ibadah.

Dalam Surat An-Nahl Ayat 97, Allah berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Artinya: Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Baca Juga: Hidup dalam Pengawasan: Menjaga Lisan dan Amal

Melepaskan Keterikatan Hati terhadap Gemerlap Dunia 

Salah satu rahasia besar kebahagiaan adalah dengan tidak membiarkan hati diperbudak oleh dunia atau terjebak dalam godaan kemewahan yang sering kali semu.

Prinsipnya adalah “menceraikan” dunia dari jiwa, yaitu dengan meletakkan dunia cukup di tangan sebagai sarana, namun jangan pernah membiarkannya menguasai hati.

Untuk mencicipi manisnya kebahagiaan yang hakiki, seseorang harus fokus pada perbaikan kualitas hubungan pribadinya dengan Allah Ta’ala.

Maka, kesimpulan terkahirnya adalah jika seseorang yang beriman banyak mendapatkan ketenangan barangkali dikarekanakan iman itu membawa kebahagiaan dan ketenangan dalam diri setiap insan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here