Harmantajang.com – Di tengah kondisi dunia yang tidak menentu, seperti adanya konflik antarnegara, krisis energi, hingga kenaikan harga, banyak manusia merasa gelisah dan cemas akan masa depannya.
Namun, sebagai seorang mukmin, kunci ketenangan bukan terletak pada stabilnya ekonomi, melainkan pada kuatnya iman dan keyakinan bahwa rezeki setiap makhluk telah diatur oleh Sang Pencipta.
Kepastian Rezeki yang Telah Ditetapkan Sebelum Lahir
Prinsip besar yang harus diyakini adalah bahwa rezeki setiap manusia sudah ditentukan oleh Allah Azza wa Jalla.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa saat manusia masih berupa janin di dalam perut ibunya, malaikat telah diutus untuk menuliskan empat perkara, salah satunya adalah rezekinya.
Oleh karena itu, rezeki seseorang tidak akan bertambah karena kepanikan dan tidak akan berkurang karena krisis dunia yang terjadi. Allah juga menjamin rezeki setiap makhluk melata di bumi.
Baca Juga: Merawat Istiqamah di Era Akhir Zaman
Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an surat Hud ayat 6:
وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ
Artinya: Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).
Keyakinan ini diperkuat dengan hadis yang menyatakan bahwa tidak ada satu jiwa pun yang akan mati sebelum ia menyempurnakan jatah rezeki dan ajalnya.
Adab dan Sikap Mukmin dalam Mencari Nafkah
Meskipun rezeki sudah dijamin, hal ini bukan berarti seorang Muslim boleh bersantai tanpa usaha. Islam mewajibkan ikhtiar atau kerja keras, namun dengan catatan tetap menjaga ketenangan hati dan tidak menghalalkan segala cara.
Masalah terbesar manusia saat ini seringkali bukan kurangnya rezeki, melainkan lemahnya keyakinan dan ambisi dunia yang berlebihan yang membuat hati merasa selalu miskin dan takut gagal.
Jangan sampai karena takut miskin, seseorang terjatuh dalam kemaksiatan seperti menipu atau riba, karena rezeki tidak akan didapatkan dengan cara maksiat, melainkan dengan ketaatan.
Baca Juga: Mewaspadai Tipu Daya dan Perangkap Syaitan dalam Kehidupan
Selain itu, seorang mukmin harus meluruskan arah hatinya dengan tidak bergantung kepada manusia, melainkan memperkuat ketergantungan hanya kepada Allah.
Amalan-Amalan Pembuka Pintu Rezeki
Sumber tersebut menjelaskan lima jalan utama yang telah dijelaskan oleh Allah dan Rasul-Nya untuk membuka pintu rezeki:
Istighfar dan Taubat: Memohon ampun kepada Allah adalah sebab utama turunnya rezeki dan kelapangan hidup.
Bertawakal kepada Allah: Menaruh kepercayaan penuh kepada Allah setelah berusaha, layaknya burung yang pergi pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore dalam keadaan kenyang.
Fokus Beribadah: Allah berjanji dalam hadis qudsi bahwa siapa pun yang meluangkan waktu untuk beribadah kepada-Nya, maka Allah akan memenuhi hatinya dengan kecukupan dan menutup kefakirannya.
Menyambung Silaturahim: Orang yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya dianjurkan untuk menjalin hubungan baik dengan sanak saudara.
Bersedekah: Jangan takut miskin karena memberi, sebab Allah menjanjikan akan mengganti apa pun yang diinfakkan oleh hamba-Nya. Setanlah yang selalu menakut-nakuti manusia dengan kemiskinan agar mereka kikir.




