Home Adab & Akhlak Keutamaan Memakmurkan Masjid: Meniti Jalan Menuju Ridha Allah

Keutamaan Memakmurkan Masjid: Meniti Jalan Menuju Ridha Allah

Masjid
Ilustrasi sebuah bangun masjid indah/Istock

Harmantajang.com – Seperti diketahui, Masjid merupakan tempat yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di muka bumi ini.

Begitu utamanya kedudukan masjid sehingga saat Rasulullah SAW melakukan hijrah ke Madinah, amalan pertama yang beliau lakukan adalah membangun masjid, yakni Masjid Quba dan Masjid An-Nabawi.

Memakmurkan rumah Allah bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan sebuah bentuk pengabdian yang memiliki kedalaman spiritual dan balasan yang luar biasa.

Memakmurkan Masjid sebagai Ciri Utama Keimanan

Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan bahwa tanda dan sifat orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir adalah mereka yang senang memakmurkan masjid-masjid Allah.

Orang-orang ini disebut sebagai “Rijalun” (lelaki pilihan), yaitu mereka yang aktivitas duniawiahnya, seperti perdagangan dan jual beli, tidak melalaikan mereka dari mengingat Allah dan mendirikan salat.

Baca Juga: Meneladani Hakikat Tawakal dan Rasa Syukur dalam Kehidupan

Bahkan, Rasulullah memerintahkan kita untuk mempersaksikan keimanan seseorang jika kita melihatnya rajin melangkahkan kaki ke masjid.

Sebaliknya, meninggalkan salat berjamaah di masjid tanpa uzur di zaman Nabi dianggap sebagai ciri orang munafik, terutama bagi mereka yang merasa berat untuk menunaikan salat Isya dan Subuh berjamaah.

Kemuliaan di Hari Kiamat bagi Pecinta Masjid

Orang yang hatinya senantiasa terikat dengan masjid akan mendapatkan perlindungan istimewa di hari kiamat.

Saat matahari didekatkan di atas ubun-ubun dan manusia merasakan panas yang luar biasa, mereka yang mencintai masjid tidak akan merasakan kepayahan tersebut.

Selain itu, terdapat janji-janji luar biasa bagi mereka yang menjaga hubungannya dengan masjid:

Pertama, Dibangunkan rumah di surga: Setiap kali seseorang berangkat dan pulang dari masjid, Allah menyiapkan baginya tempat tinggal di surga.

Kedua, Menjadi “Tetangga Allah”: Pada hari kiamat, Allah akan memanggil orang-orang yang memakmurkan masjid sebagai “tetangga-tetangga-Ku”.

Ketiga, Kemampuan untuk Bersujud: Di padang mahsyar, orang yang semasa di dunia enggan bersujud di masjid meski dalam kondisi sehat, akan mengalami kekakuan punggung sehingga tidak mampu bersujud di hadapan Allah.

 Amalan Penghapus Dosa dan Pengangkat Derajat

Rasulullah menyebutkan tiga amalan utama yang berkaitan dengan masjid yang dapat menghapuskan dosa dan mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah.

Menyempurnakan Wudu (Isbagul Wudui): Terutama saat kondisi sulit atau malas, karena kesempurnaan wudu adalah syarat diterimanya salat. Kita juga dilarang boros air saat berwudu, meskipun berada di sungai yang mengalir.

Banyak Melangkah ke Masjid: Setiap langkah kaki menuju rumah Allah dicatat sebagai pahala. Bahkan bagi mereka yang rumahnya jauh, setiap langkahnya akan membuahkan pahala yang lebih besar.

Menunggu Waktu Salat (Ribat): Berdiam diri di masjid untuk menunggu waktu salat berikutnya, atau selalu rindu untuk kembali ke masjid setelah selesai salat, nilainya setara dengan ribat (berjaga-jaga di garis depan dalam jihad).

Memakmurkan masjid adalah hidayah dan panggilan langsung dari Allah, karena banyak orang mampu berlari jauh namun tidak mampu melangkahkan kakinya ke masjid yang dekat.

Semoga kita termasuk golongan yang istikamah dalam menjaga rumah-rumah-Nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here