Harmantajang.com – Islam merupakan agama yang dibawa oleh Rasulullah yang tentu didalamnya terdapat aturan dan larangan berlebih-lebihan dalam beragama. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ قَالَهَا ثَلَاثًا
Artinya:
“Binasalah orang-orang yang berlebih-lebihan.” Beliau mengulanginya 3 kali. (HR. Muslim).
Awal Mula Kesesatan Orang-orang Nashara
Rasulullah mengatakan bahwaakar utama dan asal mula kesesatan orang-orang Nashara adalah ketika mereka memperlakukan dan memosisikan Nabi Isa ‘alaihissalam yang juga tidak lebih dari manusia ciptaan Allah Ta’ala.
Padahal kedudukan, posisi dan kapasitasnya sebagai seorang hamba dan utusan Allah Ta’ala. Sikap ekstrim yang berlebihan itu menyebabkan mereka menganggap beliau sebagai satu dari 3 oknum yang mereka pertuhankan.
Kekaguman dan kecintaan mereka yang berlebihan dan melampaui batas pada Nabi Isa-lah yang membuat mereka justru tersesat, bahkan kafir terhadap Allah Ta’ala. Padangan ini merupakan awal mula terjadinya suatu kesesatan.
Baca Juga: Memasuki Usia Senja Ketaatan jangan Pudar
Peringatan Rasulullah kepada Mereka yang ‘Berlebihan’
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah menduga, bahwa di antara umatnya akan ada kelompok yang akan terjebak dan mengikuti cara beragama orang-orang Nashara itu.
Cara agama yang berlebihan dalam mencintai, memuliakan dan mengagungkan sosok yang dianggap mulia. Karena itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kita sedini mungkin tentang bahaya sikap seperti itu.
Karena itu, cintailah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, muliakanlah beliau, agungkan dan amalkanlah sunnah-sunnahnya, tapi janganlah melampaui batas dalam cinta itu.
Janganlah meyakini bahwa beliau mengetahui perkara gaib, bahwa beliau hadir dalam perayaan-perayaan maulid, atau keyakinan yang semacamnya. Karena itu semua justru sikap berlebihan yang dibenci oleh beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam!
Rasulullah Menyoroti Perilaku Kaum Yahudi dan Nasrani
Dalam kesempatan lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyoroti perilaku kaum Yahudi dan Nasrani yang terlalu mengkultuskan kuburan-kuburan para nabi dan orang shaleh di kalangan mereka.
Baca Juga: Merawat Tauhid di Akhir Zaman
Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى، اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ (خ)
Artinya:
“Semoga laknat Allah untuk kaum Yahudi dan Nasrani, (karena) mereka telah menjadikan kuburan-kuburan para nabi mereka sebagai masjid/tempat beribadah.” (HR. Al-Bukhari).
Begitulah, pada mulanya kuburan-kuburan para nabi dan orang shaleh itu dikunjungi dengan dorongan rasa cinta dan penghormatan, tetapi Syaitan memanfaatkan itu dengan membisikkan pada mereka untuk melakukan ritual-ritual tambahan.
Seperti berdoa, meminta berkah, meyakini adanya pahala atau keutamaan tertentu, sampai memberikan persembahan. Semua ini perlahan-lahan menodai kemurnian Tauhid kepada Allah. Itulah sebabnya, perilaku semacam ini dilaknat oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.




