Manusia-manusia yang Merugi dalam Hidupnya!

Galau
Ilustrasi seorang sedang Galau/Istock

Harmantajang.com – Dalam hidup ini, banyak  manusia yang tidak menyadari hidupnya sedang merugi. Dan kerugian yang sesungguhnya bukanlah kerugian harta atau pekerjaan yang hilang dan masih bisa dicari lagi. 

Kerugian yang sesungguhnya adalah kerugian di akhirat kelak. Allah berfirman bahwa orang-orang yang benar-benar rugi adalah mereka yang merugikan diri sendiri dan keluarganya pada hari kiamat.

Sebab-Sebab Utama Kerugian Abadi

Kerugian yang paling besar dan mendatangkan bencana adalah kerugian yang berkaitan dengan agama, yaitu hilangnya iman. Dalam QS. Al-An’am ayat 12, Allah berfirman:

قُل لِّمَن مَّا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ قُل لِّلَّهِ ۚ كَتَبَ عَلَىٰ نَفْسِهِ ٱلرَّحْمَةَ ۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Artinya: Katakanlah: “Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi”. Katakanlah: “Kepunyaan Allah”. Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang meragukan dirinya mereka itu tidak beriman.

Al-Qur’an memperingatkan beberapa penyebab kerugian terbesar di akhirat, di antaranya adalah:

Pertama, Syirik kepada Allah: Jika seseorang berbuat syirik, amalannya pasti terhapus, dan ia akan termasuk orang-orang yang merugi. Kedua, Kufur terhadap Al-Qur’an: Orang yang kufur atau mendustakan hari akhir dan menolak Al-Qur’an adalah orang-orang yang merugi juga. 

Ketiga, Ringan Timbangan Kebaikan: Orang yang ringan timbangan kebaikannya pada hari kiamat akan merugikan dirinya karena dahulu mereka menzalimi ayat-ayat Allah.

Baca Juga: Ridha Allah: Kunci Kebahagiaan yang Hakiki

Keempat, Tidak Mendapatkan Ampunan Allah: Doa Nabi Adam dan Hawa menunjukkan bahwa tanpa ampunan dan rahmat Allah, mereka niscaya termasuk orang-orang yang merugi.

Kelima, melalaikan Shalat: Orang yang terluput shalat Ashar diibaratkan seakan-akan ia kehilangan keluarga dan hartanya. Keenam, Bangkrut Pahala karena Menzalimi Sesama: 

Ketujuh, hilangnya waktu tanpa ketaatan: Kerugian yang paling menyakitkan adalah hilangnya waktu yang tidak digunakan untuk taat kepada Allah, sebab waktu tidak pernah kembali.

Jalan Menuju Keberuntungan Abadi

Manusia yang selamat dari kerugian adalah mereka yang memenuhi empat kriteria yang disebutkan dalam Surah Al-‘Ashr: orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasihati dalam kebenaran.

Orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat adalah mereka yang melakukan perdagangan yang dijamin untung: Mereka yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki.

Baca Juga: Setiap Amal Dicatat: Kecil Bukan Berarti Sepele

Kemudian, perdagangan yang menyelamatkan dari azab pedih adalah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa. 

Seruan Khusus: Dukungan untuk Palestina

Selain kerugian akhirat, juga mengingatkan umat Islam tentang saudara-saudara di Gaza dan Palestina, di bumi para Nabi dan Rasul, yang sedang menghadapi ujian penjajahan kaum Zionis Yahudi. 

Keberadaan mereka di sana bukan hanya mempertahankan negara, melainkan mewakili kaum muslimin untuk mempertahankan dan mengembalikan Masjidil Aqsha. 

Oleh karena itu, salah satu bentuk jihad bagi umat Islam di Indonesia adalah memberikan dukungan dalam berbagai bentuk dan jangan pernah putus berdoa untuk para pejuang dan umat Islam di Gaza dan Palestina.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here