Harmantajang.com – Ramadhan sebentar lagi akan datang untuknya penting kita menata hati dan amalan menjelang kedatangannya. Ramadhan adalah bulan istimewa untuk penyucian diri dan peningkatan ketakwaan.
Namun, keberkahan Ramadhan tidak datang begitu saja. Ia menuntut kesiapan, bukan hanya secara fisik, tetapi juga kesiapan hati dan amal.
Persiapan Hati dengan Taubat yang Sungguh-sungguh
Ramadhan adalah bulan suci yang harus disambut dengan hati yang bersih dari noda dosa. Bulan ini pintu kebaikan akan dibuka, dalam sebuah Hadist Rasulullah bersabda:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ، فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ
Artinya: Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu (HR Bukhari No 3277, Muslim No 1079).
Baca Juga: Pelajaran Akidah dari Nasib Iblis di Neraka!
Taubat merupakan pintu pertama dalam persiapan ini, yang mencakup penyesalan di hati, meninggalkan perbuatan dosa, dan tekad kuat untuk tidak mengulanginya lagi.
Selain hubungan dengan Allah, pembersihan hati juga melibatkan hubungan antarmanusia dengan cara saling memaafkan, melepaskan dendam, dan mengembalikan hak orang lain.
Tentu dengan ini kita berharap agar ibadah puasa tidak hanya menyisakan lapar dan dahaga akibat lisan yang masih berdusta atau hati yang dipenuhi iri.
Persiapan Ilmu tentang Ramadhan
Ibadah yang dilakukan tanpa dasar ilmu dikhawatirkan hanya akan melahirkan kelelahan tanpa pahala yang optimal.
Bersamaan dengan itu, dalam ibadah puasa terdapat juga sejumah aturan dan tata cara pelaksanaanya. Jangan sampai kita beribadah namun hanya mendapatkan sia-sia di dalamnya.
Oleh karena itu, sangat penting untuk mempelajari kembali fiqih puasa, seperti hal-hal yang membatalkan puasa, adab-adabnya, serta sunnah-sunnah yang ada di bulan Ramadhan.
Menuntut ilmu syar’i adalah kewajiban seumur hidup bagi setiap Muslim agar tata cara ibadahnya benar dan berkualitas, sehingga terhindar dari kesalahan seperti menggunjing yang dapat menghanguskan pahala puasa.
Persiapan Amal dengan Membiasakan Diri
Ramadhan dipandang bukan sebagai bulan “uji coba”, melainkan bulan “panen amal”. Pada bulan ini semua kebaikan pasti akan dilipatgandakan olehnya jangan sampai terlewatkan.
Baca Juga: Salat sebagai Sarana Pembentuk Akhlak Mulia
Persiapan ini dilakukan dengan melatih diri sejak dini melalui pembiasaan shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan menahan diri dari maksiat.
Jika lisan dan jiwa tidak dibiasakan untuk taat di bulan-bulan biasa, maka akan sulit untuk menjaga kualitas ibadah saat Ramadhan tiba maka mulailah beramal secara konsisten meski sedikit agar tubuh dan jiwa sudah terbiasa saat memasuki bulan suci.




