Home Tazkiyah Menjaga Hidayah dan Mempersiapkan Bekal Kematian

Menjaga Hidayah dan Mempersiapkan Bekal Kematian

Masjid
Ilustrasi dalam masjid/Istock

Harmantajang.com – Hidayah merupakan nikmat paling mulia yang dianugerahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada hamba-Nya, karena dengan petunjuk tersebut seseorang digerakkan untuk senantiasa mengerjakan ketaatan.

Di dalam Al-Qur’an, penghuni surga pun memuji Allah atas hidayah yang mereka terima, karena tanpa petunjuk-Nya, mustahil manusia bisa sampai ke jalan yang benar.

Oleh karena itu, setiap muslim diwajibkan untuk terus meminta hidayah dalam setiap salatnya agar tetap teguh di atas jalan yang lurus. Tiga poin sub-tema utama untuk mendalami konsep keteguhan di atas hidayah:

Hakikat Hidayah: Mengetahui yang Hak dan Kekuatan Mengikutinya

Hidayah bukan sekadar mengetahui mana yang benar, tetapi juga mencakup kekuatan (rezeki) dari Allah untuk mengikuti kebenaran tersebut.

Banyak orang mengetahui bahwa suatu perbuatan adalah perintah Allah, namun mereka sering kali kalah oleh rasa malas atau godaan setan.

Baca Juga: Keutamaan Meninggalkan Sesuatu Karena Allah!

Sebaliknya, kita juga harus waspada terhadap kebatilan yang sering kali “dibungkus” dengan istilah-istilah indah agar terlihat menarik, seperti kemaksiatan yang dibungkus dengan alasan hak asasi manusia atau kebebasan.

Kita membutuhkan petunjuk Allah untuk melihat kebatilan sebagai kebatilan dan diberi kekuatan untuk menjauhinya.

Mengingat Kematian sebagai Pemutus Kelezatan Dunia

Nasihat Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mengingatkan kita semua: “Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan mati”.

Kematian adalah sebuah kepastian yang tidak mengenal kompromi atau lobi-lobi, bahkan para nabi dan rasul pun mengalaminya.

Mengingat kematian berfungsi untuk “mempersempit yang luas dan memperluas yang sempit”; maksudnya, saat kita merasa sombong dengan harta yang melimpah, kematian mengingatkan bahwa semua itu akan ditinggalkan.

Alam Kubur sebagai Perhentian Pertama Menuju Akhirat

Kubur merupakan perhentian pertama dari rangkaian kehidupan akhirat. Jika seseorang selamat di alam kubur, maka urusan selanjutnya akan menjadi lebih mudah, namun jika gagal, maka tantangan berikutnya akan jauh lebih berat.

Baca Juga: Ketenangan Hati dalam Jaminan Rezeki Allah

Saat kematian tiba, segala hubungan duniawi akan terputus; kita akan berpisah dengan keluarga, harta, dan kendaraan mewah yang kita miliki.

Pada akhirnya, manusia akan datang menghadap Allah secara sendirian, dan hanya amal saleh yang akan menemani serta menjadi pembela kita di dalam kubur saat orang lain mulai melupakan kita.

Fokuslah untuk menjadikan sisa umur yang ada sebagai kesempatan menambah kebaikan agar hari terbaik kita adalah hari saat kita berjumpa dengan Allah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here