Harmantajang.com – Tauhid adalah inti ajaran Islam, fondasi seluruh amal saleh, untuk itu mari merawat tauhid dan menjaga kemurnian hati dari syirik. Namun tauhid bukan sekadar pengetahuan, tetapi keyakinan yang harus dijaga, dirawat, dan diperbarui setiap hari.
Tauhid: Kunci Utama Penerimaan Amal
Semua kedahsyatan pahala yang telah disiapkan Allah bahkan juga di sepanjang hari-hari dunia kita ini, tidak akan pernah bisa kita raih dan dapatkan, kecuali jika kita memiliki kunci rahasia utama untuk meraihnya, yaitu Tauhid yang murni dan bersih kepada Allah.
Persiapan yang paling pantas untuk kita siapkann adalah usaha keras kita dalam merawat dan menjaga kemurnian Tauhid kita kepada Allah Azza wa Jalla.
Baca Juga: Ketika Hidup Menguji, Harapan Harus Tetap Hidup!
Sebab, semua ibadah dan amal shalih kita, baik di dalam duni ini hanya dan akan bernilai serta diterima oleh Allah jika ia didasarkan pada Tauhid yang benar.
Ancaman Syirik yang Menghancurkan
Banyak kaum muslimin yang melupakan bahwa sehebat, sebanyak, dan setekun apapun kita menunaikan ibadah dan amal shalih di sepanjang hidup kita, semua takkan bernilai apa-apa di sisi Allah jika Tauhid kita telah dinodai dengan perbuatan syirik terhadap Allah.
Melakukan kesyirikan dengan semua model dan variannya akan menjadi penghancur paling mengerikan terhadap amal-amal shalih dan ibadah kita kepada-Nya. Di dalam Al-Qur’an Surat Az-Zumar Ayat 65 Allah berfirman:
وَلَقَدْ أُوحِىَ إِلَيْكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
Artinya: Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.
Baca Juga: Hati Mulai Mengeras: Taubatlah Sebelum Terlambat!
Bayangkan betapa dahsyatnya kerugian kita: melewatkan ibadah tetapi lantaran pada saat yang sama kita masih melakukan ritual-ritual kesyirikan seperti percaya kepada dukun, takhayul, dan khurafat maka semua kelelahan dan pengorbanan fisik serta finansial itu akan lenyap sia-sia.
Seruan untuk Taubat dan Introspeksi
Maka, saatnya pada hari-hari ini kita melakukan instrospeksi dan muhasabah terhadap Tauhid kita. Kita perlu melihat kembali amalan-amalan yang selama ini kita yakini sebagai ritual ibadah, namun ternyata merupakan kesyirikan yang merontokkan semua amal shalih.
Kita harus belajar kritis terhadap amalan yang dinisbatkan kepada Islam tetapi tidak memiliki landasan argumentasinya.Jika ternyata kita masih menyimpan kesyirikan dalam keyakinan dan ibadah, segeralah bertaubat kepada Allah.
Dosa syirik adalah akar semua kesengsaraan manusia di dunia dan di Akhirat nanti. Allah memerintahkan dalam, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).




