Harmantajang.com – Minuman Keras adalah Akar Kejahatan,untuk salah satu tujuan besar syariat adalah untuk menjaga kehormatan, harta, dan kewarasan akal sehat manusia serta menjauhkan dari seluruh kejahatan.
Akal sehat adalah hal yang membedakan manusia dari makhluk Allah lainnya, dan ia menjadi parameter kelayakan seseorang untuk menunaikan kewajiban sebagai hamba Allah Ta’ala. Berikut pesan dan dampak dari kejahatannya:
Khamar sebagai Sumber Kekejian (Rijsun) dan Akar Kejahatan
Allah Ta’ala meletakkan khamar pada urutan pertama sebagai sumber kekejian atau rijsun. Semua perbuatan keji (rijsun) bersumber dari musuh manusia, yaitu Setan, yang membaktikan hidupnya untuk menghancurkan kebahagiaan manusia.
Minuman keras pada akhirnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari semua siklus kejahatan di dunia. Siklus kejahatan tersebut selalu berputar dalam lingkaran minuman keras, perzinahan, pembunuhan, pencurian, dan perampasan harta orang lain.
Kisah yang diriwayatkan oleh Sahabat Utsman bin ‘Affan radhiyyallahu ‘anhu membuktikan bahwa khamar adalah sumber kekejian dan akar kejahatan. Dalam kisah tersebut, seorang ahli ibadah dijebak oleh seorang wanita dan dihadapkan pada tiga pilihan: berzina, membunuh anak, atau meminum khamar.
Pria itu memilih meminum khamar karena dianggap paling ringan. Namun, setelah ia menikmati khamar hingga kehilangan akal sehat dan kewarasannya, ia kemudian terdorong untuk berzina dengan wanita itu dan lalu membunuh anak kecil yang ada di sana agar tidak menjadi saksi kekejiannya.
Kisah tragis ini menunjukkan bagaimana meminum khamar telah menjadi sumber dan akar kejahatan yang bertubi-tubi, menghancurkan kehidupan seorang ahli ibadah.
Minuman keras tetap merupakan sumber kekejian meskipun dilegalkan oleh aturan dan undang-undang. Legalisasi minuman keras adalah tipu daya dan kamuflase Syaitaniyyah yang akan membinasakan.
Baca Juga: Musibah: Pembelajaran Menuju Kesadaran
Menjauhi Khamar untuk Meraih Keberuntungan Hakiki
Pesan kedua dari Allah Ta’ala adalah perintah untuk menjauhi minuman keras, Allah berfirman dalam Surat Al-Ma’idah Ayat 90:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْخَمْرُ وَٱلْمَيْسِرُ وَٱلْأَنصَابُ وَٱلْأَزْلَٰمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَٱجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.
Perintah ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang selalu menunjukkan jalan keberuntungan, kesuksesan, dan kebahagiaan. Allah Azza wa Jalla mengaitkan secara langsung antara menjauhi perbuatan keji seperti meminum khamar dengan keberuntungan sejati seorang manusia.
Meminum khamar sesungguhnya adalah sebuah bentuk perbudakan terhadap diri manusia. Manusia yang kecanduan minuman keras adalah model manusia yang bahkan tidak mampu menaklukkan dirinya sendiri.
Kelemahan ini membuat seseorang mudah terdorong dan terseret melakukan kekejian-kekejian berikutnya, persis seperti yang terjadi pada kisah ahli ibadah tersebut.
Seorang muslim yang menggunakan akal sehatnya, yang meyakini adanya pertanggungjawaban di akhirat, tahu bahwa khamar, baik sedikit maupun banyak, tidak pernah legal di sisi Allah dan selamanya menjadi perkara yang dimurkai Allah Azza wa Jalla.
Dampak Sosial dan Spiritual: Pemicu Kekacauan dan Penghalang Ibadah
Baca Juga: Kematian: Antara Peristirahatan dan Meringankan Makhluk
Pesan ketiga yang disampaikan Allah Ta’ala adalah tentang dampak khamar terhadap tatanan bermasyarakat dan ibadah. Meminum khamar akan menjadi pemicu terjadinya kekacauan dan merupakan akar lahirnya permusuhan dan saling benci dalam masyarakat.
Pecandu minuman keras sangat mudah kehilangan kendali akal sehatnya, sehingga mudah tersulut emosinya. Selain itu, masyarakat juga merasa terganggu dengan keberadaan para peminum khamar, bahkan tidak jarang menimbulkan tindakan anarkis.
Kisah tragis seperti seorang ayah yang membunuh anaknya sendiri karena sang anak tidak mau berhenti dari minuman keras terus berulang.
Namun, hal yang paling menakutkan adalah bahwa meminum khamar akan menjauhkan diri dari Allah, menjauhkan dari mengingat Allah, dan menjauhkan dari shalat. Tidak ada yang lebih menakutkan dalam hidup ini selain jauh dari Allah Ta’ala.
Selain dampak di dunia, Syariat juga menegaskan hukuman berat bagi mereka yang terlibat. Laknat Allah itu pasti ada bagi mereka yang melakukan perbuatan demikian.




