Musibah Silih Berganti, Tetap Hadapi dengan Sikap Tawassul

Foto seorang sedang menghamba/KapanlagiPlus

Harmantajang.com – Tawassul adalah mengambil sarana/wasilah agar doa atau ibadah yang dilakukan dapat lebih diterima dan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Al-wasilah menurut bahasa berarti segala hal yang dapat menyampaikan dan mendekatkan kepada sesuatu.

Sedang menurut istilah syari’at, al-wasilah yang diperintahkan dalam al-Qur’an adalah segala hal yang dapat mendekatkan seseorang kepada Allah Subhanahu wata’ala, yaitu berupa amal ketaatan dan ibadah yang disyariatkan oleh Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَابْتَغُواْ إِلَيهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُواْ فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepadaNya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya agar kamu beruntung.” (QS. Al-Maidah: 35).

Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam setelah membangun ka’bah ia kemudian berdoa/bertawassul dengan amalannya tersebut. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui“. (QS. Al Baqarah: 127).

Seperti yang dikisahkan ada 3 sorang pemuda yang menyelamatkan keyakinannya kepada Allah Subhanahu wata’ala dari penguasa yang dzalim yang banyak melakukan kesyirikan dan kekufuran,

Mereka kemudian berlari dalam sebuah hutan hingga mereka berlindung didalam gua. Sebagaimana kisah mereka disebutkan dalam Surah Al-Kahfi, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

“(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu, dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)” (QS. Al-Kahfi: 10).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here