Harmantajang.com – Neraka merupakan tempat azab yang Allah persiapkan bagi orang-orang yang berpaling dari kebenaran dan memilih jalan kekufuran, kesyirikan, serta kemaksiatan.
Al-Qur’an menggambarkan dahsyatnya siksa neraka, hingga penghuninya memohon kepada Malaikat Malik agar mereka dimatikan saja. Namun, permohonan tersebut tidak dikabulkan.
Mereka tetap tinggal di dalamnya dan merasakan azab yang terus berlangsung. Gambaran tersebut menunjukkan betapa besar penyesalan yang dirasakan ketika kesempatan untuk kembali kepada Allah telah berakhir.
Dahsyatnya Azab Neraka dan Penyesalan Penghuninya
Ketika penghuni neraka meminta untuk dimatikan, mereka berseru dan memanggil Malaikat Malik, yaitu malaikat yang ditugaskan sebagai penjaga neraka. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:
وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ ۖ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ
“Mereka berseru: ‘Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja.’ Dia menjawab: ‘Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).’” (QS. Az-Zukhruf: 77).
Baca Juga: Menghadapi Dunia Fana, Menyiapkan Bekal Menuju Akhirat
Setelah 1000 tahun mereka merasakan siksaan dalam neraka, datang jawaban dari Allah Subhanahu wata’ala yang disampaikan melalui Malaikat Malik. Malaikat Malik berkata kepada mereka, “Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini),” sebagaimana yang terdapat dalam ayat di atas.
Akhirnya, mereka meminta agar diberikan keringanan walaupun hanya sehari saja. Namun, permintaan itu pun ditolak oleh Allah Subhanahu wata’ala.
Permintaan tersebut tidak dikabulkan, bahkan azab yang mereka dapatkan di dalam neraka semakin mereka rasakan. Disebutkan oleh para ulama mengapa Allah Subhanahu wata’ala menyebut kulit, karena di balik kulit terdapat saraf-saraf pada tubuh manusia.
Apabila kulit tersiksa, maka anggota tubuh yang lain juga akan merasakan siksaan tersebut. Allah sejak dahulu telah memberikan peringatan kepada hamba-Nya di dunia dengan menurunkan Al-Qur’an dan kitab-kitab kepada orang-orang pilihan
Kehausan Penghuni Neraka dan Terputusnya Segala Harapan
Setelah mereka meminta agar diringankan sehari kemudian permintaan tersebut ditolak oleh Allah, mereka kemudian diperlihatkan kepada penghuni surga dengan segala kenikmatan yang Allah janjikan dan berikan kepada mereka.
Melihat keadaan penghuni surga yang mendapatkan berbagai kenikmatan, penghuni neraka kemudian meminta kepada penghuni surga agar diberikan seteguk air.
Suatu kali, Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhu minum air yang dingin dan segar. Tiba-tiba beliau menangis. Beliau kemudian ditanya, “Apakah gerangan yang menyebabkan Anda menangis?”
Baca Juga: Bahagia Hakiki: Saat Hati Menemukan Arahnya
Beliau menjawab, “Aku teringat akan firman Allah:”
وَحِيلَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ مَا يَشْتَهُونَ كَمَا فُعِلَ بِأَشْيَاعِهِمْ مِنْ قَبْلُ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا فِي شَكٍّ مُرِيبٍ
“Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka pada masa dahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam.” (QS. Saba: 54).
Kemudian beliau berkata, “Saya tahu bahwa penduduk neraka tidaklah menginginkan sesuatu melebihi keinginan mereka untuk mendapatkan air yang dingin.”
Jadi, bukan rumah yang mewah, kendaraan yang mewah, atau harta yang berlimpah yang mereka inginkan. Akan tetapi, yang mereka inginkan hanyalah seteguk air.
Dua Golongan Penghuni Neraka: Ahlul Khulud dan Ahlul Khuruj
Orang yang dimasukkan ke dalam neraka terbagi menjadi dua, yaitu Ahlul Khulud dan Ahlul Khuruj.
Pertama, Ahlul Khulud adalah mereka yang kekal di dalam neraka disebabkan karena mereka mati dalam keadaan kekufuran dan kesyirikan. Mereka tidak mentauhidkan Allah mempersekutukan Allah, serta menyembah selain Allah.
Kedua, Ahlul Khuruj adalah mereka yang dimasukkan ke dalam neraka, namun kemudian diangkat oleh Allah Subhanahu wata’ala dari neraka dan akhirnya dimasukkan ke dalam surga.
Mereka adalah ahlul tauhid, akan tetapi mereka meninggal dan pernah melakukan perbuatan dosa yang sangat besar, baik dosa membunuh jiwa yang diharamkan, meminum minuman keras, maupun dosa-dosa besar lainnya yang keburukannya mengalahkan kebaikannya.
Dengan demikian, pembahasan ini memperlihatkan dua keadaan yang berbeda. Ada orang yang kekal di dalam neraka karena meninggal dalam keadaan kufur dan syirik, dan ada pula orang yang memiliki tauhid tetapi masuk ke dalam neraka karena dosa-dosa besar, kemudian dikeluarkan darinya sesuai dengan kehendak Allah Subhanahu wata’ala.




