Nikmat Istimewa yang Sering Dilalaikan Manusia

0
132
Ilustrasi Waktu yang sia-sia/Afif Hasbullah

Harmantajang. com – Dalam Hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari).

1. Nikmat Sehat

Nikmat sehat adalah merupakan nikmat yang paling besar tatkala kita pergi bersiarah ke rumah sakit melihat saudara – saudara kita yang terbaring dirumah sakit.

Ahlu hikmah mengatakan:”Nikmat kesehatan itu seperti mahkota, tidak ada yang tau pentingnya nikmat kesehatan itu kecuali orang–orang yang sakit.

Sebagaimana orang yang memakai mahkota ia akan baru sadar yang selama ini ia selalu bersama mahkota yang indah tatkala mahkota itu telah ditanggalkan dari kepalanya,begitu pula dengan nikmat kesehatan“.

Ketahuilah bahwa nikmat kesehatan yang akan pertama kali Allah akan tanyakan kelak dihari kemudian sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallambersabda:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُسْأَلُ عَنْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَعْنِى الْعَبْدَ مِنَ النَّعِيمِ أَنْ يُقَالَ لَهُ أَلَمْ نُصِحَّ لَكَ جِسْمَكَ وَنُرْوِيكَ مِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ

“Sungguh nikmat yang akan ditanyakan pada hamba pertama kali pada hari kiamat kelak adalah dengan pertanyaan: “Bukankah Kami telah memberikan kesehatan pada badanmu dan telah memberikan padamu air yang menyegarkan?” (HR. Tirmidzi no. 3358. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

2. Nikmat Waktu Luang

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣﴾٣

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).

Imam Syafi Rahimahullah berkata:

لَوْ تَدَبَّرَ النَّاسُ هَذِهِ السُّوْرَةَ لَوَسَعَتْهُمْ

”Seandainya setiap manusia merenungkan surah ini, niscaya hal itu akan mencukupi untuk mereka.” (Tafsir Ibnu Katsir 8/499).

Allah Subhanahu wata’ala mengawali surah ini dengan bersumpah salah satu nama makhluknya yaitu “Demi masa”, ada beberapa penafsiran dari para ulama:

Penafsiran dari jumhur mufassirin mengatakan :”Al-Ashr itu waktu yang secara umum dimana terjadi pergerakan aktifitas anak cucu adam baik itu aktifitas yang mulia maupun aktifitas yang buruk.

Salah satu kaidah tidaklah Allah Subhanahu wata’ala bersumpah atas mahluknya kecuali menunjukkan kemuliaan makhluk tersebut dan Allah Subhanahu wata’ala memberitahu kepada kita akan pentingnya waktu tersebut.

Dari uraian singkat diatas, bisa dilihat nikmat Kesehatan dan waktu merupakan nikmat istimewa yang sering dilalaikan dan tidak disadari oleh manusia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here