Home Aqidah Pelajaran Akidah dari Nasib Iblis di Neraka!

Pelajaran Akidah dari Nasib Iblis di Neraka!

Langit
Ilustrasi suasana langit & pohon/Istock

Harmantajang.com – Pelajaran akidah yang sangat mendalam bagi manusia. Iblis menjadi makhluk yang dilaknat bukan karena ketidaktahuannya tentang Allah, melainkan karena kesombongan yang menguasai hatinya.

Ia mengenal Allah, mengakui kekuasaan-Nya, bahkan pernah beribadah, namun semua itu tidak menyelamatkannya ketika ia menolak perintah Allah. Dari sini jelas bahwa inti akidah bukan sekadar pengakuan, tetapi ketaatan dan ketundukan yang tulus.

Pengakuan atas Kebenaran Janji Allah

Iblis mengakui secara jujur bahwa segala janji yang diberikan oleh Allah kepada manusia selama di dunia adalah janji yang benar (hak).

Baca Juga: Salat sebagai Sarana Pembentuk Akhlak Mulia

Sebaliknya, Iblis mengakui bahwa ia juga memberikan janji kepada manusia, namun ia mengingkari janji tersebut dan mengecewakan para pengikutnya. Dalam Surat Al-A’raf Ayat 16, Allah berfirman:

قَالَ فَبِمَآ أَغْوَيْتَنِى لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَٰطَكَ ٱلْمُسْتَقِيمَ

Artinya: Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus.

Banyak manusia di dunia lebih memilih membenarkan tipu daya Iblis dibandingkan janji Allah, seperti dalam hal keraguan akan hari kebangkitan atau ketakutan akan kemiskinan saat bersedekah.

Ketiadaan Kekuasaan Iblis untuk Memaksa

Iblis menegaskan bahwa ia sebenarnya tidak memiliki kekuatan, kekuasaan, ataupun bukti (hujjah) untuk memaksa manusia berbuat dosa.

Perannya hanyalah sebatasmengajak dan menggoda manusia agar menyimpang dari jalan Allah dan manusia sendirilah yang secara sukarela memilih untuk mengikuti ajakan tersebut.

Dalam Al-Qur’an Surat Shad Ayat 78, Allah berfirman:

وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِىٓ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلدِّينِ

Artinya: Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan”.

Baca Juga: Sya’ban: Musim Kebaikan yang Istimewa

Perintah untuk Menyalahkan Diri Sendiri

Iblis menyatakan berlepas diri (bara’ah) dari tindakan para pengikutnya. Ia menekankan beberapa hal yang menyakitkan bagi penghuni neraka:

Pertama, larangan menyalahkan Iblis: Iblis berkata, “Janganlah kalian menyalahkan diriku, tetapi salahkanlah diri kalian sendiri”..

Kedua, Ketidakmampuan menolong: Iblis menyatakan bahwa ia tidak dapat menyelamatkan para pengikutnya, dan para pengikutnya pun tidak dapat menyelamatkannya dari azab Allah.

Ketiga, Berlepas diri dari kesyirikan: Iblis menyatakan bahwa ia tidak bertanggung jawab atas perbuatan manusia yang menjadikannya sekutu bagi Allah selama di dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here