Penghalang Seseorang dalam Menuntut Ilmu

0
149
Ilustrasi Ilmu/JIC

Harmantajang.com – Menuntut ilmu adalah salah satu hal yang membuat agama islam sangat istimewa karena menempatkan ilmu pada posisi yang tinggi kedudukannya.

Ketika seseorang mengikrarkan dirinya sebagai seorang muslim maka ia harus mengerjakan salah satu kewajiban yaitu menuntut Ilmu.

Rasulullah Shallallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.”(HR. Ibnu Majah no. 224).

Namun kerap dalam menuntut ilmu, seorang sangat sulit untuk memahami. Para ulama mengatakan bahwa ada beberapa hal menjadi penghalang-penghalang dalam menuntut ilmu diantaranya:

1. Menuntut ilmu niatnya bukan karena Allah Subhanahu wata’ala.

Menuntut ilmu merupakan ibadah kepada Allah Subhanahu wata’ala yang harus dengan niat dan ikhlas karena Allah Subhanahu wata’ala.

Ketika seorang muslim tidak mengikhlaskan niatnya menuntut ilmu, maka ini akan menjadi penghalang utama dari seorang penuntut ilmu  untuk mendapatkan apa yang ia inginkan dari ilmu tersebut.

Dalam hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللهِ, لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيْبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا، لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

”Siapa yang mempelajari ilmu yang seharusnya dipelajari dalam rangka mengharapkan wajah Allah, namun ternyata mempelajarinya karena ingin beroleh materi dari dunia ini, ia tidak akan mencium wangi surga pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud).

2. Tidak mengamalkan ilmu yang sudah dipelajari

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ

“Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya”. (HR at-Tirmidzi (no. 2417), ad-Daarimi (no. 537)).

Seseorang yang mengoleksi buku yang begitu banyak namun tidak pernah ia baca dan amalkan justru akan menjadi petaka baginya kelak dihadapan Allah Subhanahu wata’ala karena akan ditanya kelak dihari kemudian.

Ibnu Taimiyah Rahimahullah pernah mengatakan: ”Jangan sampai engkau hanya memperbanyak hujjah, alasan dan argumentasi yang akan mencelakakan engkau dihadapan Allah Subhanahu wata’ala“.

Islam adalah agama yang beriorentasi pada amalan, kalau ilmu tidak ada efek amalnya berarti dia bukan ilmu yang bermanfaat untuk dipelajari. .

Mengamalkan ilmu adalah salah satu sebab utama kita mendapatkan keberkahan dari ilmu tersebut, barokah adalah bertambahnya dan bertumbuhnya kebaikan yang dimiliki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here