Harmantajang.com – Salat adalah salah satu rukun Islam yang sangat fundamental. Ia bahkan disebutkan sebagai asas dalam agama ini dan pembeda antara seorang muslim dan seorang kafir.
Kedudukan Salat sebagai Rukun Islam
Dalam sebuah hadits masyhur yang dikenal dengan Hadits Jibril, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan lima rukun Islam. Setelah bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah (syahadat), rukun kedua yang disebutkan adalah mendirikan Salat.
Mendirikan salat berarti melaksanakannya sesuai dengan rukun-rukunnya, wajib-wajibnya, sunnah-sunnahnya, dan syarat-syaratnya. Hal ini sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, yang bersabda:
صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِى أُصَلِّى
“Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat.” (HR. Bukhari).
Baca Juga: Memahami Takdir: Kunci Keimanan dan Ketenangan Hidup
Konsekuensi Meninggalkan Salat
Sumber-sumber menegaskan bahwa perjanjian antara kita dengan orang-orang kafir adalah salat, dan barangsiapa meninggalkannya secara sengaja, maka ia telah kafir. Para ulama bahkan memfatwakan bahwa orang yang tidak melaksanakan salat dan meninggal dunia, dia tidak dikuburkan di pekuburan kaum muslimin dan tidak boleh bersama dengan istrinya yang menjaga salatnya dengan baik.
Ancaman bagi orang yang meninggalkan salat juga dijelaskan dalam Al-Qur’an. Ketika ditanya tentang penyebab mereka dimasukkan ke neraka Saqar, penghuni neraka menjawab, “Kami dulu di dunia tidak melaksanakan shalat”.
Ayat ini sekaligus menjadi dalil bahwa orang-orang kafir di hari kiamat akan disiksa tidak hanya karena kekufurannya, tetapi juga karena meninggalkan cabang-cabang syariat seperti tidak melaksanakan salat, tidak mengeluarkan zakat, tidak mengerjakan puasa, dan tidak menunaikan ibadah haji, walaupun amal mereka tidak akan diterima Andaikan mereka mengerjakannya di dunia.
Jadi, orang kafir dihisab di hari kiamat bukan cuma karena kekufurannya, tetapi juga akan dianggap dengan cabang-cabang dari syariat yang diturunkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Keistimewaan Perintah Salat
Salat memiliki keistimewaan tersendiri karena ia adalah satu-satunya ibadah yang perintah kewajibannya diterima langsung oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dari Allah tanpa perantara dalam peristiwa Isra’ dan Mi’raj.
Adapun tata cara, penjelasan, wirid-wiridnya, dan waktu-waktunya, itu tetap disampaikan melalui perantaraan Jibril Alaihissalam. Jibril bahkan mengimami Rasulullah pada hari berikutnya setelah Isra’ Mi’raj untuk mengajarkan tata cara salat, dan kemudian menjelaskan waktu-waktu salat. Allah berfirman:
Surat An-Nisa Ayat 103:
فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا
Artinya: Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.
Baca Juga: 4 Kunci Kebahagiaan Hakiki
Menjadikan Salat Prioritas dalam Kehidupan
Mengingat kewajiban salat yang telah ditetapkan waktunya, hendaknya kita mengatur keseharian dan aktivitas kita sesuai dengan waktu-waktu salat, jangan sebaliknya waktu salat yang mengikuti rutinitas kita. Sumber bahkan menyoroti fenomena di mana sebagian orang melanjutkan aktivitas seperti kuliah meskipun waktu salat telah tiba, yang dapat menjadi fitnah.
Prioritas salat ini dicontohkan oleh Umar bin Khattab. Ketika ditikam oleh Abu Lu’luah Al-Majusi dan tidak sadarkan diri, hal pertama yang ia tanyakan saat siuman adalah, “Apakah orang-orang sudah shalat?”.
Ketika dikatakan belum shalat, beliau berkata,” (Tidak ada bagian bagi seseorang dalam Islam jika ia menyia-nyiakan salat).
Melalaikan salat, menggampangkannya, meremehkannya, atau bahkan terusik dengan suara adzan, adalah musibah dan sifat orang-orang munafik. Sifat orang munafik adalah salat dengan penuh kemalasan.




