Harmantajang.com – Seperti diketahui, dalam ajaran agama Islam ada sejumlah amalan ibadah yang dianjurkan dilaksanakan, salah satunya ialah ibadah puasa arafah. Niat, Waktu dan Keutamaannya.
Niat Puasa Arafah
Kedudukan niat dalam setiap amalan ibadah yang ditunaikan itu sangat penting. Bahkan disebutkan bahwa setiap amalan ibadah itu akan diukur sesuai dengan kadar keikhlasan dan niatnya.
Seperti dengan amalan lainnya, puasa Arafah juga harus dilaksanakan atas dasar niat yang mulia dan karena mengharapkan ridho serta rahmat dari Allah semata.
Baca Juga: Mengambil Ibrah dari Kisah Khidir dan Musa
Waktu Puasa Arafah
Puasa Arafah merupakan puasa yang dilaksanakan sekali dalam setahun. Sebab pelaksanannya tepay pada waktu wukuf di Arafah, yang merupakan puncak ibadah haji. Oleh karenanya, penting mengetahui kapan waktu pelaksanaan puasa tersebut.
Mengutip dari laman resemi Kementerian Agama, pemerintah menetapkan bahwa 1 Zulhijah 1446 Hijriah jatuh pada 28 Mei 2025 sesuai dengan hasil sidang isbat yang digelar hari ini, Selasa (27/5/2025) lalu.
Dengan ditetapkannya awal bulan ZulhijJah, maka hari Raya Idul Adha 1446 H/ 2025 M jatuh pada 10 Zulhijah, yang bertepatan pada tanggal 6 Juni 2025 dan secara otomatis puasa Arafah 9 Zuhijjah 1446 H jatuh pada Kamis, 5 Juni 2025.
Keutamaan Puasa Arafah
1. Waktu Berdoa yang Mustajab
Pada umumnya, setiap manusia punya keinginan dan cita-cita yang ingin dicapai. Oleh karenanya, sebagai seorang mukmin kita dianjurkan untuk selalu berdoa.
Salah satu waktu berdoa yang mustajab dan sebaik-baik doa ialah pada hari arafah. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ
“Sebaik baik doa adalah doa pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi).
2. Dihapuskannya Dosa-dosa
Seperti yang tercantum dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ
Artinya: Puasa Arafah (9 Zulhijah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharam) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu. (HR Muslim).
Bisa dilihat bahwa menjalankan puasa Arafah dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu.
Baca Juga: Bulan, Siang dan Malam (Tadabbur Surah Asy-Syams Ayat 2)
3. Menunaikan Sunnah Rasulullah
Sebagaimana dalam hadistnya yang mengatakan;
أَرْبَعٌ لَمْ يَكُنْ يَدَعُهُنَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامَ عَاشُورَاءَ وَالْعَشْرَ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْغَدَاةِ
“Ada empat perkara yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah yaitu puasa Asyura, puasa Arafah, puasa tiga hari setiap bulan dan salat dua rakaat sebelum subuh”. (HR An Nasa’i dan Ahmad).
4. Dihindarkan dari Api neraka
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟
Artinya: Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?. (HR Muslim).




