Renungan Kematian: Pelajaran dari Surah Al-Mu’minun dan Alam Barzakh

Al-Qur'an
Ilustrasi Al-Qur'an/Istock

Harmantajang.com – Mari renungkan Kematian sebuah Pelajaran dari Surah Al-Mu’minun dan Alam Barzakh. Kematian adalah sebuah kepastian yang akan mendatangi setiap jiwa, tanpa memandang usia, sehat atau sakit. 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Mu’minun ayat 99-100, mengenai momen ketika kematian menjemput seseorang. Secara khusus, ayat ini merujuk pada kematian yang mendatangi orang-orang kafir dan orang-orang yang banyak lalai.

Perbedaan Pengalaman Kematian: Mukmin vs Kafir/Lalai

Al-Hasan Al-Bashri mengumpamakan perbedaan antara orang beriman dan orang kafir/lalai dalam menghadapi kematian:

Pertama, bagi orang beriman: Kembali kepada Allah diibaratkan seperti seorang musafir yang pulang ke rumah untuk berjumpa dengan keluarganya, membawa kebahagiaan yang luar biasa. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahkan mendoakan agar hari paling bahagia dalam hidup kita adalah hari ketika kita berjumpa dengan Allah.

Kedia, bagi Orang Kafir atau Lalai: Kembali kepada Allah diibaratkan seperti seorang budak yang melarikan diri dari majikannya, kemudian terpaksa kembali. Mereka akan diliputi ketakutan dan kekhawatiran karena hukuman sudah menanti.

Baca Juga: Ketenangan Hati: Anugerah Istimewa yang Sering Terlupakan

Permintaan Kembali ke Dunia: Sebuah Penyesalan yang Sia-sia

Ketika kematian mendatangi mereka yang kafir dan lalai, mereka akan memohon kepada Allah, “Robjiruni! Ya Allah, kembalikan aku!”. Permintaan ini muncul saat sakaratul maut, pada Hari Kiamat, bahkan ketika mereka sudah berada di dalam neraka.

Tujuan mereka meminta kembali bukanlah untuk melanjutkan bisnis yang terputus atau menyelesaikan bangunan yang belum rampung. Melainkan, mereka ingin kembali untuk: bersedekah, Melakukan amal saleh, Menjadi orang yang saleh dan taat Tidak lagi mengulangi kelalaian di masa lalu.

Namun, permintaan ini ditolak oleh Allah dengan firman, “Kella!” yang menurut Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu berarti “dusta” atau “bohong”. Ini adalah penyesalan yang terlambat, sebab Allah telah memberikan mereka cukup kesempatan hidup dan peringatan. 

Allah mengetahui bahwa jika mereka dikembalikan pun, mereka akan kembali bermaksiat sesuai tabiat manusia.

Baca Juga: Cinta Allah pada Amalan Tersembunyi: Balasan Tak Terhingga

Alam Barzakh: Persinggahan Sebelum Akhirat

Setelah kematian, setiap manusia akan memasuki alam Barzakh, yaitu alam persinggahan antara meninggal dunia dan tibanya hari akhirat. Barzakh adalah alam gaib, di mana terdapat mukadimah kenikmatan surga atau mukadimah adzab neraka.

Contoh yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah Firaun dan keluarganya yang dibakar api siang dan malam di alam Barzakh. Kita tidak mengetahui berapa lama kita akan berada di alam ini, namun kita dianjurkan untuk mempersiapkan diri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here