Home Tazkiyah Romantis Itu Ibadah: Membangun Surga di Dalam Rumah

Romantis Itu Ibadah: Membangun Surga di Dalam Rumah

Masjid
Suasana Masjid/Istock

Harmantajang.com – Dalam pandangan Islam, rumah tangga bukan sekadar tempat tinggal, melainkan sebuah amanah, bentuk ibadah, madrasah iman, dan ladang pahala bagi suami istri.

Sikap romantis di dalam pernikahan bukanlah sekadar luapan emosi, melainkan wujud takwa yang hidup di dalam rumah. Berikut adalah tiga aspek utama dalam memahami romantisme sebagai ibadah:

Hakikat Romantis sebagai Akhlak yang Diridhai Allah

Romantis dalam Islam memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar pemberian hadiah atau kata-kata indah di media sosial.

Romantis yang benar adalah cerminan akhlak mulia, seperti ketika suami menjaga lisan agar tidak menyakiti istri, atau ketika istri menyambut suami dengan wajah yang baik.

Islam tidak memusuhi cinta atau menghapus kelembutan, melainkan membersihkannya agar tidak menjadi maksiat dan mengarahkannya menjadi ibadah.

Baca Juga: Menggapai Keberkahan Muharram dengan Amalan yang Dianjurkan

Bahkan, hubungan suami istri yang halal pun bernilai sedekah di sisi Allah. Dengan niat yang baik dan cara yang sesuai syariat, setiap sentuhan dan kasih sayang di antara pasangan menjadi jalan untuk meraih ridha-Nya.

Pernikahan sebagai Perjanjian yang Kuat (Mitsaqan Ghalizhan)

Al-Qur’an menyebut akad pernikahan sebagai mitsaqan ghalizhan atau perjanjian yang berat dan kuat.

Oleh karena itu, suami diingatkan untuk bertakwa kepada Allah dalam urusan memperlakukan istri karena mereka diambil dengan amanah Allah.

Kepemimpinan suami dalam rumah tangga bukanlah lisensi untuk bersikap kasar, melainkan tanggung jawab untuk membimbing, menafkahi, melindungi, dan menyayangi.

Suami dan istri digambarkan sebagai “pakaian” bagi satu sama lain. Fungsi pakaian adalah menutup, melindungi, dan menghangatkan; maka sudah seharusnya pasangan saling menutup aib dan tidak mengumbar rahasia rumah tangga kepada orang lain.

Rumah tangga yang diberkahi adalah rumah yang di dalamnya terdapat sakinah (ketenangan), mawaddah (cinta yang tampak dalam tindakan), dan rahmah (kasih sayang yang tulus).

Meneladani Kelembutan Rasulullah dalam Keluarga

Rasulullah adalah teladan terbaik dalam menunjukkan bahwa kemuliaan seorang lelaki justru terlihat dari cara ia memperlakukan keluarganya.

Baca Juga: Meneladani Hakikat Tawakal dan Rasa Syukur dalam Kehidupan

Beliau yang merupakan manusia paling sibuk dengan tanggung jawab besar, tetap meluangkan waktu untuk membantu pekerjaan rumah tangga istrinya.

Salah satu bentuk romantisme yang diajarkan adalah sikap taghaful, yaitu berlapang dada dan tidak membesar-besarkan kesalahan kecil pasangan.

Rumah tangga yang baik bukan berarti tanpa masalah, namun keluarga yang diberkahi adalah mereka yang kembali kepada Allah saat diuji, saling menasihati dengan lembut, dan tidak melupakan kebaikan yang pernah ada di antara mereka.

Dengan menjadikan rumah sebagai tempat zikir dan kasih sayang, anak-anak akan belajar tentang iman melalui akhlak orang tuanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here