Harmantajang.com – Tidak ada kebahagian yang melebihi kebahagiaan seorang hamba yag mendapatkan rahmat Allah untuk masuk ke dalam surga-Nya. Untuk itu berikut Serangkain Kisah Para Calon Penghuni Surga.
Kisah Seorang Wanita Calon Penghuni Surga
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, beliau menyampaikan kepada muridnya yang bernama Atha Bin Abi Rabah salah seorang tabi’in, Ibnu Abbas Berkata:
”Maukah engkau Atha aku tunjukkan seorang wanita calon penghuni Surga, Atha kemudian heran dan berkata:”Siapakah gerangan wanita tersebut, Ibnu Abbas Kemudian menjelaskan:
”Dia adalah seorang wanita yang berkulit hitam yang datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengadukan penyakitnya ia berkata:”Ya Rasulullah, saya sering kesurupan dan aurat saya kadang tersingkap doakan kesembuhan untuk ku Ya Rasulullah”.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian memberi pilihan kepada wanita tersebut dan berkata:
”Jika engkau mau saya doakan engkau dan engkau langsung disembuhkan oleh Allah atau engkau bersabar dengan penyakitmu dan saya jamin engkau masuk surga”, kemudian wanita tersebut berkata:
”Saya memilih untuk bersabar ya Rasulullah, kemudian dia meminta kepada Rasulullah untuk didoakan jika penyakit itu datang agar auratnya tidak tersingkap”.
Inilah wanita yang disebutkan oleh Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu calon penghuni surga ia memilih sabar dengan penyakit yang ia derita hanya untuk dimasukkan ke dalam surga.
Baca Juga: Memasuki Usia Senja Ketaatan jangan Pudar
Kisah Amar Bin Jamuh yang Kakinya Pincang
Amar bin jamuh salah seorang sahabat yang salah satu kakinya pincang, Suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengajak para sahabat baliau memotivasi mereka dengan berkata:
”Bangkitlah kalian untuk dimasukkan ke dalam surga yang luasnya seperti langit dan bumi”, Amar bin Jamuh kemudian kembali ke rumah ia kemudian berkata kepada anaknya:
wahai anak-anakku siapkan perbekalanku, karena saya mau berangkat jihad.! , anaknya kemudian mengatakan:”Wahai ayah kami, anda adalah seorang yang pincang dan dimaafkan oleh Allah Subhanahu wata’ala, tidak usah berangkat jihad karena anda punya udzur.
Amar bin Jamuh kemudian berkata kepada anaknya:”Tidak, saya ingin menginjak surganya Allah Subhanahu wata’ala dengan kaki saya yang pincang ini, Lalu disampaikanlah kepada Rasulullah tentang keinginan Amar Bin Jamuh, Rasulullah berkata:
”Tidak mengapa ikutlah”. Dan akhirnya amar bin jamuh syahid dalam perang uhud. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melihatnya dalam mimpi dan menyampaikan kepada para sahabat:
“Demi Allah, aku melihat Amar bin Jamuh menginjakkan kakinya yang pincang ke dalam surga.”. Inilah kerinduan orang-orang sholeh yaitu rindu dengan surga Allah Subhanahu wata’ala.
Kisah Ayah dan Anak Berlomba dalam Mengejar Mati Syahid
Khaitsamah berkata pada anaknya: “Wahai anakku, aku akan keluar untuk berperang dan kau tinggal di rumah menjaga wanita dan anak-anak .”,“Wahai ayahku, demi Allah jangan begitu.
Ketahuilah, keinginanku untuk memerangi mereka lebih besar daripada keinginanmu, Engkau yang harus menjaga rumah dan izinkanlah aku yang pergi ke medan jihad. Tinggallah engkau di rumah wahai ayahku!”
Khaitsamah marah dan berkata pada anaknya: “Kau membangkang dan tidak mentaati perintahku!”Saad menjawab, “Allah mewajibkan aku berjihad dan Rasulullah memanggilku untuk berangkat ke medan perang, sedang engkau meminta sesuatu yang lain (menunggu rumah).
Bagaimana engkau rela aku taat padamu tetapi aku menentang Allah dan Rasulullah? ”Maka Khaitsamah berkata: “Wahai anakku, apabila diantara kita harus ada yang berangkat jihad satu orang, maka dahulukanlah aku sebagai bapakmu yang berangkat.”.
Baca Juga: Bertawakkallah, Jangan Khawatir Allah selalu Bersamamu
“Demi Allah wahai ayahku, kalau bukan masalah surga, maka aku rela mendahulukanmu” Jawab Saad lagi. Khaitsamah tetap tidak rela kecuali melalui undian antara dia dan anaknya sehingga terasa lebih adil. Hasil undian ternyata Saad yang harus berangkat ke medan perang.
Dia pun berangkat ke Perang Badar dan gugur sebagai syahid. Setelah itu, Khaitsamah akan berangkat menyusul anaknya yang sudah mati syahid di medan perang. Tapi, ternyata Rasulullah tak mengizinkannya.
Tapi kemudian, Rasulullah mengizinkannya setelah Khaitsamah memohon sambil menangis dan berkata:“Wahai Rasulullah, aku ingin sekali terjun ke medan perang. Tapi, undian siapa yang harus pergi antara aku dan anakku dimenangkan anakku sehingga dia yang dapat mati syahid.
Tadi malam aku bermimpi anakku berkata kepadaku: ‘Ayah, engkau harus menemaniku di surga dan aku telah menerima janji Allah.’ Ya Rasulullah, aku rindu untuk menemaninya di surga, maka izinkanlah aku.
Usiaku telah lanjut dan aku ingin berjumpa dengan Tuhanku.” Setelah diizinkan, Khaitsamah pun berangkat dengan gembira. Ia bertempur dalam perang Badar hingga mati syahid. Dan, ia pun berjumpa dengan anaknya di surga merasakan janji Allah.




