Harmantajang.com – Islam mengajarkan agar kita beramal karena Allah sebab setiap amal dicatat dan kecil bukan berarti sepele. Siapa yang mengerjakan amalan kebaikan walaupun seberat zarrah, ia akan melihat balasannya.
Jangan Pernah Kikir Berbuat Kebaikan
Sekecil apa pun yang kita lakukan, Allah SWT menuliskannya, dan kita akan mendapatkan balasannya di hari kemudian. Jangan pernah merasa kikir atau enggan berbuat kebaikan sekecil apa pun itu.
Beberapa contoh kebaikan yang kelihatannya kecil namun memiliki nilai besar di sisi Allah:
Pertama, sedekah walaupun sedikit: Bahkan bersedekah dengan sebiji anggur pun akan dilihat balasannya di hari kemudian. Meskipun sebiji anggur tidak mengenyangkan orang lapar dan tidak menghilangkan dahaga orang kehausan, balasannya tetap ada.
Kedua, donasi kecil: Jika ada penggalangan dana atau donasi, misalnya untuk buka puasa, meskipun kita tidak mampu memberikan 100 paket atau 200 paket, satu paket pun jadi.
Baca Juga: Islam: Agama Jalan Pertengahan dan Keseimbangan!
Ketiga, membantu di jalan: Memberikan uang kecil yang mungkin di mata kita tidak ada nilainya kepada orang yang meminta-minta di pinggir jalan, atau memberikan makanan yang tersisa di mobil kita kepadanya, boleh jadi itu menjadi sebab Allah mengampuni dosa-dosa kita.
Keempat, kasih sayang terhadap hewan: Dikisahkan bahwa seorang lelaki yang kehausan turun ke sumur dan minum airnya. Ketika ia naik, ia mendapati seekor anjing yang juga kehausan, menjilat-jilat tanah yang basah. Lelaki itu merasa anjing tersebut merasakan kehausan seperti yang ia rasakan.
Karena tidak ada timba, ia mencopot sepatunya (yang terbuat dari kulit), diisi air, lalu digigit dengan giginya saat ia naik, kemudian memberi minum anjing itu. Karena amalan tersebut, Allah berterima kasih kepadanya, diampunkan dosanya, dan dimasukkan ke dalam surga.
Kelima, menghilangkan gangguan: Nabi Muhammad pernah mengatakan bahwa ia melihat ada orang yang mondar-mandir di dalam surga hanya disebabkan oleh dahan atau ranting yang diangkat dari jalanan karena mengganggu orang yang lewat.
Jangan Meremehkan Dosa Kecil
Di sisi lain, sebagaimana kita tidak boleh meremehkan kebaikan sekecil apa pun, kita juga jangan meremehkan dosa sekecil apa pun. Allah berfirman surat Az-Zalzalah Ayat 7:
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ
Artinya: Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
Dosa kecil itu tercatat di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan kita akan mempertanggungjawabkannya serta melihatnya di hari kemudian. Contoh meremehkan dosa kecil:
Pertama, menyakiti hewan: Allah menghukum seorang wanita disebabkan seekor kucing yang dia kurung, tidak diberi makan, dan tidak dibiarkan lepas untuk mencari makan sendiri, hingga kucing itu mati.
Baca Juga: Kematian yang Mustarih dan Mustarah, Pahami Perbedaannya!
Kedua, menggunakan barang orang lain: Termasuk hal yang sederhana adalah menggunakan barang milik saudara kita yang bukan milik kita, misalnya sandal yang bukan milik kita. Hal ini tidak boleh diremehkan karena dicatat di sisi Allah.
Kita mungkin menganggapnya remeh dan sepele (watahisa Bunda muhayyinah), padahal di sisi Allah itu adalah sesuatu yang besar (wa indallahi adzim).
Ayat Peringatan Agung
Surah Az-Zalzalah ayat 7 dan 8 merupakan nasehat yang cukup bagi orang beriman. Dikisahkan, seorang lelaki Arabi dari pedalaman menemui Ibnu Abbas untuk meminta nasehat.
Ketika waktu salat tiba, Ibnu Abbas membaca Surah Az-Zalzalah (sampai ayat terakhir: pada kedua rakaat salat. Setelah salat, lelaki Arabi itu pergi sambil mengatakan, “Cukuplah dua zarrah ini yang menjadi nasehat bagi saya”.
Ayat ini mengingatkan kita untuk senantiasa muraqabatullah (merasa diawasi oleh Allah). Bumi yang kita pijak ini akan bersaksi di hari kemudian, dan tidak ada satu pun yang luput dari pengawasan dan penjagaan Allah.




