Tak Terlihat Tapi Sangat Berbahaya, Itulah Syirik Ashghar

Ilustrasi perbuatan syirik/Unsplash

Harmantajang.com – Syirik ashghar (kecil) juga sangat berbahaya ketika seseorang beramal kemudian ia mengikutkan niat yang lain dalam amalannya yang semestinya ia niatkan semata-mata kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Setiap pekan dihari jum’at atau di malam jum’at kita membaca surah Al-Kahfi, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”. (QS. Al-Kahfi: 110).

Jadi barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan tuhannya atau mengharapkan keridhaan dari tuhannya kemudian hendaknya ia mengerjakan amalan sholeh.

Amalan sholeh yang dimaksud yaitu amalan yang sesuai petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam selanjutnya jangan ia mempersekutukan Allah dengan sedikitpun dalam ibadahnya.

Syirik ashghar atau riya yaitu ketika seseorang beramal untuk mendapatkan pujian dari manusia atau untuk dilihat oleh orang lain. Syirik ashghar sangat halus masuk ke dalam hati kita,. Sofyan at Tsauri pernah mengatakan:

”Tidak ada perkara yang paling berat saya obati dalam diriku melebihi niat-niatku”. Bahkan digambarkan yang lebih detail dari itu dikatakan bahwasanya syirik kecil atau riya itu ibaratnya seperti semut hitam yang berjalan diatas batu hitam ditengah kegelapan malam. 

Sangat halus namun kita harus melawannya karena ini sangat berbahaya bisa menggerogoti dan merusak amalan kita sehingga amalan yang kita kerjakan tidak bernilai disisi Allah.

Sebagaimana kata Rasulullah dalam hadist qudsi Allah berfirman:

“Aku adalah sekutu yang paling tidak memerlukan persekutuan. Barangsiapa melakukan suatu amalan kemudian dia mempersekutukan diri-Ku dengan yang lain, maka Aku akan meninggalkannya dan meninggalkan sekutunya”.

Dalam riwayat yang lain disebutkan:”Maka dia akan menjadi milik sekutunya dan Aku berlepas diri darinya”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here