Tiga Pilihan Sikap ketika Didzalimi

Galau
Ilustrasi seroang seang Galau/Unplash

Harmantajang.com – Dalam menghadapi perlakuan zalim, seorang Muslim memiliki tiga pilihan sikap yang dijelaskan dalam ajaran Islam, ketiga pilihan ini menawarkan konsekuensi yang berbeda. 

Mulai dari impas hingga mendapatkan pahala besar atau bahkan dosa. Pilihan-pilihan ini penting untuk dipahami agar kita dapat menimbang respon terbaik dalam situasi yang sulit.

1. Membalas Kezaliman dengan Balasan yang Serupa 

Pilihan pertama adalah membalas keburukan dengan keburukan yang serupa. Allah berfirman dalam Surat Asy-Syura Ayat 40

وَجَزَٰٓؤُا۟ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلظَّٰلِمِينَ

Artinya: Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.

Dijelaskan bahwa membalas dengan perbuatan yang serupa ini diperbolehkan dan tidak mendatangkan dosa. Namun, Anda juga tidak akan mendapatkan pahala, sehingga hasilnya adalah impas. 

Contoh yang diberikan adalah ketika seseorang diejek dengan perkataan buruk, dan ia membalas dengan perkataan yang setara, seperti kisah Aisyah yang membalas ucapan buruk kepada Nabi Muhammad:

‘Penting untuk diingat agar tidak membalas lebih dari yang setimpal’, karena hal itu akan masuk ke dalam kategori yang berbeda. Ini adalah tingkatan respons yang paling rendah.

Baca Juga: Mempersiapkan Kematian: Bekal Terbaik Seorang Mukmin Menghadap Allah

2. Memaafkan dan Mengedepankan Perdamaian 

Pilihan kedua adalah yang paling mulia, yaitu memaafkan dan lebih mengedepankan perdamaian. Allah menjanjikan bahwa siapa pun yang memaafkan dan memilih jalan perdamaian akan mendapatkan pahala yang sangat besar di sisi-Nya, termasuk ampunan dan surga. 

Ini adalah fadhilah (keutamaan) yang luar biasa, di mana seseorang membalas keburukan dengan kebaikan. Seperti yang disebutkan, ketika orang-orang jahil mengejek, ia berkata “salam” (kedamaian). 

Sikap ini menunjukkan kebaikan kepada orang yang berbuat buruk kepada kita, dan pahalanya langsung di sisi Allah. Ini adalah pilihan yang sangat dianjurkan bagi mereka yang mencari ampunan dan rahmat Allah, mengingat kita semua adalah pendosa dan membutuhkan ampunan-Nya. Doa Nabi Adam:

‘Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi’, Menekankan pentingnya ampunan. 

Oleh karena itu, memaafkan saudara-saudari kita dan tidak menyimpan kebencian dalam hati adalah jalan menuju keberuntungan.

Baca Juga: Dunia di Mata Islam: Antara Fana dan Ujian

3. Membalas Kezaliman dengan Balasan Berlipat Ganda (Berlebihan) 

Pilihan ketiga adalah membalas kezaliman dengan balasan yang berlipat ganda atau berlebihan. Allah tidak menyukai u orang-orang yang membalas kezaliman dengan balasan yang lebih besar. 

Dalam kasus ini, seseorang tidak hanya kehilangan pahala, tetapi juga akan mendapatkan dosa. Contohnya adalah jika seseorang diejek “anjing” dan ia membalas dengan “anjing rabies,” ini sudah termasuk membalas secara berlebihan dan akan mendatangkan dosa.

Pilihan ini jelas tidak disukai oleh Allah dan harus dihindari. Mengingat kita semua memiliki banyak dosa dan sangat membutuhkan ampunan dari Allah, pilihan terbaik adalah memaafkan dan mengedepankan perdamaian. 

Dengan memaafkan, kita berkesempatan mendapatkan pahala yang besar, ampunan, dan surga dari Allah SWT, serta keberuntungan di dunia dan akhirat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here