Waspada, Bentuk-bentuk Dusta yang Sering Dilalaikan

0
114
Ilustrasi bermuka dua (dusta)/Pikiran Rakyat

Harmantajang.com – Salah satu sifat yang paling dibenci oleh Allah Subhanahu wata’ala  ialah dusta.

Dusta sendiri bisa dipahami sabagai suatu perilaku memalsukan atau memberikan kesaksian yang tidak benar. Berikut beberapa bentuk dusta menurut para ulama:

1. Berdusta atas nama Allah

 وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا ۚ أُولَٰئِكَ يُعْرَضُونَ عَلَىٰ رَبِّهِمْ وَيَقُولُ الْأَشْهَادُ هَٰؤُلَاءِ الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَىٰ رَبِّهِمْ ۚ أَلَا لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi akan berkata: “Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka”. Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim“. (QS. Hud : 18).

Bahkan berdusta atas nama Allah Subhanahu wata’ala lebih berbahaya dari pada kesyirikan.

2. Berdusta atas nama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam

Kita mesti waspada menukil berita dalam media sosial sebelum menyebarkan, terutama yang berkaitan dengan perkataan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Apalagi informasi tersebut belum belum kita mengetahui kebenarannya, sehingga kita dianjurkan untuk bertabayyun. Dari Al Mughirah, ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ كَذِبًا عَلَىَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ ، مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta pada selainku. Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhari no. 1291 dan Muslim no. 4).

3. Berdusta atas nama manusia

Untuk senantiasa berlaku jujur, hendaknya menjauhi perilaku kedustaan. Pernah suatu ketika ada seorang wanita memanggil anaknya dan mengatakan:

Wahai anakku ambil ini, anaknya kemudian menghampirinya dan diberi kurma, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian berkata:

Benar-benar engkau memberinya sesuatu.?”, ia mengatakan:

Benar ya Rasulullah”,  Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Andaikan tidak engkau termasuk orang pendusta”.

Terkadang tanpa kita sadari kita sendiri mendidik anak kita untuk berdusta. Terkadang ada seseorang yang berkunjung kerumah kita kemudian mengetuk pintu rumah kita.

Lantas kita berkata kepada anak kita sampaikan bahwa bapak tidak ada. Maka hal ini merupakan perbuatan mengajarkan kepada anak kita untuk berdusta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here